LPPM UNASMANLPPM UNASMAN

JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Rendahnya literasi digital masyarakat menjadi tantangan serius dalam menghadapi era informasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi digital melalui pelatihan berbasis pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan adalah Program Kemitraan Masyarakat (PK-M) dengan melibatkan Komunitas Sampan Institute di Parepare sebagai mitra aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, FGD, dan instrumen pre-test serta post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 56,3 menjadi 91,3. Peningkatan juga terlihat pada tiap butir soal, termasuk soal yang sebelumnya banyak dijawab salah. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya berhasil memperkuat aspek teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kritis terhadap keamanan dan etika digital. Intervensi ini terbukti efektif dan relevan untuk pemberdayaan komunitas secara berkelanjutan.

Pengabdian menunjukkan bahwa literasi digital di Komunitas Sampan Institute belum sepenuhnya dipahami sebelum pelatihan, namun nilai rata‑rata peserta meningkat signifikan dari 56,3 menjadi 91,3 setelah intervensi partisipatif.Model pelatihan berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan kesadaran kritis, keterampilan teknis, dan praktik literasi digital yang berkelanjutan.Meskipun hasil masih terbatas pada satu komunitas dan durasi pendek, replikasi model dengan modul lintas generasi ke wilayah lain berpotensi menjadi kerangka strategis untuk mengatasi kesenjangan digital secara lokal.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak jangka panjang pelatihan literasi digital terhadap perilaku online peserta, khususnya dalam hal kemampuan memverifikasi informasi dan penggunaan keamanan digital, dengan melakukan survei dan observasi selama satu hingga dua tahun pasca‑intervensi. Selain itu, diperlukan pengembangan modul literasi digital intergenerasional yang mengintegrasikan metode pembelajaran kolaboratif antara generasi muda dan lansia, lalu menguji efektivitasnya di beberapa komunitas serupa untuk menilai peningkatan partisipasi dan transfer pengetahuan. Selanjutnya, studi skala besar dapat mengevaluasi kemampuan model PK-M untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sosial‑ekonomi berbeda, mengidentifikasi faktor-faktor penyesuaian lokal serta mengukur keberlanjutan hasil pelatihan melalui indikator keberhasilan komunitas yang terukur.

Read online
File size365.73 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test