AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL
AACENDIKIA: Journal of NursingAACENDIKIA: Journal of NursingThe rising prevalence of diabetes mellitus as a major chronic disease poses a significant global health concern, particularly due to its potential complications such as diabetic foot ulcers. Adequate knowledge of diabetes is essential to promote effective preventive behaviors. This study aimed to examine the relationship between knowledge and preventive behaviors toward diabetic foot ulcers among diabetes mellitus patients at UPTD Pengasinan Public Health Center, Bekasi City. A descriptive analytic study with a cross-sectional design was conducted, involving 82 respondents selected from a population of 100 using Slovins formula. A simple random sampling technique was applied, and data were collected using a validated and reliable questionnaire. The results showed a significant relationship between knowledge level and diabetic foot ulcer prevention behavior, with a p-value of 0.000 (p < 0.05) based on the Chi-Square test. Most respondents were aged 31–45 years, predominantly female, had been living with diabetes for more than five years, held a high school education, and were mostly unemployed. Univariate analysis indicated that the majority of patients had good knowledge and fairly good preventive behaviors. These findings highlight the importance of patient education in the prevention of diabetic foot complications.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang diabetes mellitus, dan perilaku pencegahan luka kaki diabetik mereka tergolong cukup baik.Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan luka kaki diabetik pada pasien diabetes mellitus di UPTD Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.Temuan ini menekankan pentingnya edukasi pasien dalam mencegah komplikasi kaki diabetik.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali faktor-faktor lain yang memengaruhi perilaku pencegahan luka kaki diabetik, seperti dukungan sosial, akses terhadap layanan kesehatan, dan faktor budaya. Kedua, penelitian intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan luka kaki diabetik pada pasien diabetes mellitus. Strategi ini dapat mencakup penggunaan media yang berbeda, pendekatan kelompok, atau konseling individual. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi pasien diabetes mellitus tentang luka kaki diabetik, serta hambatan yang mereka hadapi dalam melakukan perawatan kaki yang tepat. Pemahaman yang lebih mendalam tentang perspektif pasien dapat membantu dalam merancang program edukasi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
| File size | 243.94 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UTUUTU Kesimpulannya, kualitas hidup wanita menopause di Padang secara keseluruhan berada pada kategori baik, meskipun terdapat sebagian kecil yang belum dapatKesimpulannya, kualitas hidup wanita menopause di Padang secara keseluruhan berada pada kategori baik, meskipun terdapat sebagian kecil yang belum dapat
UTUUTU Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling dengan analisis data dalam bentuk teknik analisis SEM-PLS. Populasi dalamPenelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling dengan analisis data dalam bentuk teknik analisis SEM-PLS. Populasi dalam
UTUUTU Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross‑sectional; seluruh 150 balita yang memenuhi kriteria dipilih melalui totalMetode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross‑sectional; seluruh 150 balita yang memenuhi kriteria dipilih melalui total
UTUUTU The test results showed that there was no relationship between menstrual patterns P value = 0. 859, diet P value = 0. 699 and physical activity P valueThe test results showed that there was no relationship between menstrual patterns P value = 0. 859, diet P value = 0. 699 and physical activity P value
UTUUTU Metode deskriptif digunakan berdasarkan hasil investigasi epidemiologi. Kasus ini melibatkan bayi berusia 5,5 bulan dengan gejala demam, kejang, diareMetode deskriptif digunakan berdasarkan hasil investigasi epidemiologi. Kasus ini melibatkan bayi berusia 5,5 bulan dengan gejala demam, kejang, diare
UNARUNAR Intervensi jamu komplementer (jahe dan madu) yang diberikan tiga kali sehari selama tiga hari terbukti menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetesIntervensi jamu komplementer (jahe dan madu) yang diberikan tiga kali sehari selama tiga hari terbukti menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes
UNTAGUNTAG Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala The World Health Organization Quality Of Life (Whoqol)-Bref. Metode analisis data menggunakan analisisPengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala The World Health Organization Quality Of Life (Whoqol)-Bref. Metode analisis data menggunakan analisis
UNTAGUNTAG Termasuk orangtua yang memiliki anak dengan gangguan spektrum autis (GSA). Akan tetapi, informasi tentang pendidikan seksual bagi anak dengan GSA ini terbatas.Termasuk orangtua yang memiliki anak dengan gangguan spektrum autis (GSA). Akan tetapi, informasi tentang pendidikan seksual bagi anak dengan GSA ini terbatas.
Useful /
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Perihal urutan kajian artikel ini adalah, takhrij hadits menganalisa sumber sampai ke sumber aslinya Sanad, hubungan, sandaran, atau perkara yang dapatPerihal urutan kajian artikel ini adalah, takhrij hadits menganalisa sumber sampai ke sumber aslinya Sanad, hubungan, sandaran, atau perkara yang dapat
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Pembelajaran yang melibatkan diskusi kelompok, role-playing, dan simulasi haji memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan aplikatif bagi siswa.Pembelajaran yang melibatkan diskusi kelompok, role-playing, dan simulasi haji memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan aplikatif bagi siswa.
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Hasil menunjukkan bahwa strategi pembelajaran interaktif secara signifikan meningkatkan keterampilan bahasa siswa dengan mendorong partisipasi aktif, kolaborasi,Hasil menunjukkan bahwa strategi pembelajaran interaktif secara signifikan meningkatkan keterampilan bahasa siswa dengan mendorong partisipasi aktif, kolaborasi,
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Pembelajaran aktif membantu siswa mengaitkan materi dengan pengalaman nyata, meningkatkan relevansi pembelajaran, serta memberikan kesempatan untuk mempraktikkanPembelajaran aktif membantu siswa mengaitkan materi dengan pengalaman nyata, meningkatkan relevansi pembelajaran, serta memberikan kesempatan untuk mempraktikkan