IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO

El-Mizzi : Jurnal Ilmu HadisEl-Mizzi : Jurnal Ilmu Hadis

Pemerintahan yang baik ialah pemerintahan di bawah naungan pemimpin yang adil. Tapi bagaimana pemerintahan dengan pemimpin yang tidak adil, ambisi, hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri dan tidak memikirkan rakyatnya. Dengan perilaku tersebut, keberadaan suatu wilayah tidak akan aman damai, dan sentosa. Artikel yang berjudul “Pemimpin yang dzolim. Seperti yang terjadi di zaman sekarang ini, banyak pemimpin-pemimpin tidak bertanggung jawab dengan kepemimpinannya. Secara eksplisit, penulis akan membahas pemimpin-pemimpin yang tidak bertanggung jawab, dan akan dibahas lugas dengan sesuai metodologi penulisan karya tulis ilmiah. Penulis menyajikan artikel dengan bahasa yang ringan, sehingga mudah difahami dan dicerna. Objek kajiannya meliputi takhrij, sanad dan matan. Perihal urutan kajian artikel ini adalah, takhrij hadits menganalisa sumber sampai ke sumber aslinya Sanad, hubungan, sandaran, atau perkara yang dapat dipercayai. Matan, teks hadis, berupa ucapan, perbuatan, dan takrir yang terletak setelah sanad.

Berdasarkan penelusuran hadis-hadis tentang pemimpin yang dzolim, pada kitab al-Mujam al-Mufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawi dengan menggunakan lafal “لخد, ditemukan bahwa hadis ini tentang pemimpin yang dzolim.Yang ditakhrij oleh dua mukharrij, yaitu an-Nasai dan at-Tirmidzi.Jumlah total hadis yang ditakhrij oleh an-Nasai dan at-Tirmidzi berjumlah tiga hadis.Dari ketiga hadits tersebut maka dapat kita teliti dari penulis adalah jalur-nya an-NasaI, karena hasil penelitian oleh penulis dapat ditarik kesimpulan bahwa, jalur hadis yang paling mendekati matan.Naqd snad adalah kegiatan untuk menilai hadis dari sisi eksternal dengan melihat ketersambungan sanad selain itu juga naqad hadis merupakan naqad matan.Secara etimologis, matan adalah tanah yang tinggi dan keras.Sedangkan menurut istilah, matan adalah sebuah kalimat yang terletak setelah berakhirnya sanad suatu hadits.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis dampak kepemimpinan yang tidak bertanggung jawab terhadap stabilitas sosial dan ekonomi suatu wilayah. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkaji studi kasus dari berbagai negara atau daerah yang memiliki pengalaman serupa. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam perspektif masyarakat mengenai karakteristik pemimpin yang ideal dan bagaimana cara mewujudkannya. Metode wawancara mendalam atau focus group discussion dapat digunakan untuk memperoleh data yang kaya dan mendalam. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan model kepemimpinan yang efektif dalam konteks budaya dan sistem politik yang berbeda. Dengan membandingkan berbagai model kepemimpinan, kita dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi pada keberhasilan kepemimpinan dan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat diadaptasi dalam konteks yang berbeda. Studi-studi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas kepemimpinan dan bagaimana cara menciptakan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Read online
File size1011.25 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test