STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF

Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja

Potensi Perkembangan balita secara maksimal sangat dipengaruhi oleh gizi. Estimasi stunting, wasting, overweight, dan underweight sebagai penanda malnutrisi anak. Stunting yang paling dominan yang terjadi pada balita adalah permasalahan gagal tumbuh atau weight faltering atau growth faltering. Metode Penelitian menggunakan cross-sectional. Populasi terdiri dari ibu-ibu yang memiliki balita, yang mengunjungi posyandu ILP Mekar Jaya di Desa Talang Batu pada bulan Februari 2025 menggunakan tehnik purposive sampling didapatkan 53 responden. Hasil penelitian didapatkan usia balita p Value = 0,04 OR 0,32, jenis kelamin p Value = 0,90, berat badan lahir p Value = 0,48, ASI ekslusif nilai p Value = 0,02 OR 3,69, Usia ibu nilai p Value = 0,51, pendidikan ibu nilai p Value = 0,16, pendapatan orang tua nilai p Value = 1,00, pengetahuan ibu nilai p Value = 0,01 OR 4,25. Dari hasil akhir analisis multivariat variabel pengetahuan dengan nilai p Value = 0,01 OR 4,250. Kesimpulan ada hubugan yang bermakna antara usia balita, ASI ekslusif dan pengetahuan ibu terhadap kejadian weight faltering. Variabel yang lebih dominan adalah pengetahuan.

Didapatkan kesimpulan ada hubungan antara usia balita, ASI Ekslusif, pengetahuan ibu, dengan kejadian weight faltering pada balita, namun sebailiknya juga didapatkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin, berat badan lahir, usia ibu, pendidikan ibu, pendapatan orangtua dengan kejadian weight faltering pada balita di Wilayah Kerja.

Penelitian selanjutnya dapat dilakukan secara longitudinal untuk memantau pertumbuhan balita selama dua tahun, sehingga dapat mengidentifikasi secara lebih jelas hubungan kausal antara usia balita, pemberian ASI eksklusif, dan pengetahuan ibu dengan kejadian weight faltering. Selain itu, sebuah uji intervensi berbasis edukasi gizi yang melibatkan pelatihan langsung kepada ibu-ibu melalui posyandu dapat dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan ibu serta menurunkan prevalensi weight faltering pada balita. Penelitian kualitatif juga diperlukan untuk menggali persepsi, hambatan budaya, dan faktor sosial‑ekonomi yang memengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif serta pola makan balita, sehingga kebijakan intervensi dapat disesuaikan dengan konteks lokal. Seluruh studi tersebut sebaiknya melibatkan sampel yang lebih beragam, mencakup wilayah kerja puskesmas lain serta keluarga dengan latar belakang ekonomi dan pendidikan yang berbeda, untuk memastikan generalisasi temuan. Dengan pendekatan multidisiplin ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor-faktor penyebab weight faltering dan menghasilkan strategi pencegahan yang lebih efektif untuk meningkatkan status gizi balita di daerah setempat.

Read online
File size528 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test