JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH

Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)

Kelelahan merupakan keluhan umum yang dialami oleh masyarakat pekerja. Kelelahan menunjukkan penurunan daya kerja dan ketahanan tubuh untuk bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan kebiasaan merokok dengan tingkat kelelahan kerja pada bagian produksi PT Maruki Internasional Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode cross sectional study. Sampel berjumlah 130 orang yang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Data tingkat kelelahan kerja diperoleh dengan menggunakan kuesioner Subjective self-rating test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), data masa kerja dan kebiasaan merokok diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesnioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja dengan tingkat kelelahan tinggi berjumlah 12 (9.2%), pekerja dengan masa kerja lama berjumlah 101 (77%) orang, dan pekerja yang merokok sebanyak 28 (21.5%) orang. Hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa lama kerja (p=0.274) dan kebiasaan merokok (p=0.465) tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan pekerja pada bagian produksi PT Maruki Internasional Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masa kerja dan kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi PT Maruki Internasional Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja (p=0.465) tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kelelahan kerja pada bagian produksi PT Maruki Internasional Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat menggunakan desain longitudinal untuk memantau perubahan tingkat kelelahan kerja seiring waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor prediktif yang tidak terdeteksi pada studi cross‑sectional ini; selanjutnya, studi intervensi yang menguji efektivitas program ergonomi dan manajemen beban kerja pada pekerja produksi dapat memberikan bukti praktis tentang cara mengurangi kelelahan, sementara penelitian kualitatif yang mengeksplorasi persepsi pekerja mengenai stres psikologis, pola tidur, dan dukungan sosial dapat memperkaya pemahaman tentang determinan kelelahan yang bersifat multidimensi, sehingga kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai upaya pencegahan kelelahan kerja di lingkungan industri.

Read online
File size223.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test