UM SURABAYAUM SURABAYA

AGREGATAGREGAT

Kemajuan dunia industri konstruksi di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat di sektor infrastruktur, terbukti banyaknya pembangunan infrastruktur beberapa tahun ini. Quantity Take-Off merupakan salah satu upaya dari kontraktor dengan melakukan perhitungan volume, yang nantinya akan digunakan sebagai bahan untuk menyusun Bill of Quantity dalam tender dan nantinya juga dijadikan bahan untuk melakukan procurement. Oleh sebab kontraktor yang dapat melakukan quantity take-off dengan akurat akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti pengefisiensian material yang datang karena sesuai dengan aktual. Autodesk Civil 3D merupakan sebuah tools atau aplikasi yang berbasis Building Information Modeling (BIM) yang mampu melakukan quantity take-off. Dalam penelitian ini akan dibahas bagaimana kelebihan dan kelemahan dari Autodesk Civil 3D dalam melakukan quantity take-off pada volume timbunan, bila dibandingkan dengan metode yang selama ini dipakai, yaitu menghitung volume dengan menggunakan gambar dari Autocad dan dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil perhitungan dengan menggunakan BIM pada penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan volume sebesar 0.027%, penurunan waktu sebesar 80%, dan peningkatan biaya sebesar 37% jika dibandingkan dengan perhitungan konvensional.

Penelitian ini menunjukkan bahwa BIM dapat dipraktikkan dalam pembuatan Quantity Take-Off dengan menggunakan Software Autodesk Civil3D.Hasil perhitungan menunjukkan peningkatan volume sebesar 0.027% dengan penggunaan BIM dibandingkan metode konvensional.Selain itu, penggunaan BIM menghasilkan penurunan waktu sebesar 80% dalam pengerjaan Quantity Take-Off, meskipun terdapat peningkatan biaya sebesar 37% dibandingkan metode konvensional.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai optimalisasi penggunaan BIM dalam proyek konstruksi jalan tol, dengan fokus pada pengembangan model BIM yang lebih detail dan akurat untuk meningkatkan efisiensi perhitungan volume. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi BIM dengan teknologi drone untuk pemetaan kondisi lapangan yang lebih cepat dan akurat, sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam perhitungan quantity take-off. Selain itu, perlu dilakukan penelitian mengenai dampak penerapan BIM terhadap peningkatan kolaborasi antar pihak terkait proyek, seperti kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek, untuk mencapai efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi dalam pengelolaan proyek konstruksi.

Read online
File size363.41 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test