DWCUDWCU
Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesMakalah ini membahas dinamika konstruksi kebenaran di era post-truth melalui analisis filsafat proses Alfred North Whitehead. Dalam era di mana kebenaran seringkali dikaburkan oleh emosi, opini, dan narasi sosial, Whitehead menawarkan pendekatan yang menempatkan kebenaran sebagai suatu proses dinamis yang terus berkembang. Dengan menekankan kreativitas, relasionalitas, dan evolusi, makalah ini mengeksplorasi bagaimana perubahan dalam komunikasi digital dan teknologi berpengaruh terhadap pemahaman kebenaran. Analisis ini menyoroti pentingnya kritisitas, nilai etika, dan refleksi dalam menyikapi konstruksi kebenaran di tengah arus informasi yang kompleks. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran yang lebih etis dan kritis dalam menghadapi fenomena post-truth.
Kebenaran di era post-truth bersifat subjektif dan relatif.Kebenaran tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang mutlak atau objektif, melainkan sebagai hasil dari penafsiran manusia yang dapat bervariasi sesuai dengan nilai dan interpretasi subjektif.Meskipun diakui sebagai interpretasi manusia yang relatif, ketika disebarkan secara konsisten melalui teknologi digital yang makin canggih, nilai kebenaran ini dapat membentuk persepsi masyarakat sebagai suatu kebenaran yang dianggap benar.Kontribusi filsafat proses Whitehead memberikan pemahaman mendalam terhadap dinamika proses konstruksi kebenaran di era post-truth.Pandangan panentheistik Whitehead merangsang refleksi etis dan tanggung jawab dalam membangun kebenaran.Konsep proses yang terus berkembang menggambarkan bahwa kebenaran bukanlah entitas statis, melainkan dinamis dan terbentuk oleh proses evolusioner.Melalui pemahaman ini, dihasilkan kesadaran akan kompleksitas kebenaran relatif dan urgensi untuk mempertimbangkan nilai etika dalam proses konstruksinya.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan studi yang berfokus pada dampak teknologi informasi dan komunikasi terhadap konstruksi kebenaran di era post-truth. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi digital, seperti media sosial dan algoritma, mempengaruhi persepsi dan penerimaan kebenaran di masyarakat. Selain itu, dapat dianalisis bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran kritis dan etis dalam menghadapi informasi yang kompleks. Penelitian juga dapat menyelidiki peran institusi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan kritis dan etis masyarakat dalam menyikapi informasi di era post-truth. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan kontribusi dalam memahami dan mengatasi tantangan konstruksi kebenaran di era digital yang terus berkembang.
| File size | 310.46 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
DWCUDWCU Melalui dialog dengan pemikiran Stephen B. Bevans dan Aloysius Pieris, paper ini berargumen bahwa penghormatan kepada leluhur tidak serta-merta bertentanganMelalui dialog dengan pemikiran Stephen B. Bevans dan Aloysius Pieris, paper ini berargumen bahwa penghormatan kepada leluhur tidak serta-merta bertentangan
DWCUDWCU Penulis menemukan bahwa Teologi Barat seringkali berkontribusi pada keterputusan hubungan ini, berbeda dengan Teologi Asia yang menekankan harmoni denganPenulis menemukan bahwa Teologi Barat seringkali berkontribusi pada keterputusan hubungan ini, berbeda dengan Teologi Asia yang menekankan harmoni dengan
DWCUDWCU Tulisan ini mencoba menyimpulkan bahwa strategi retoris Paulus dalam Galatia 2:1-10 melakukan pergeseran epistemologis dalam pembentukan komunitas KristenTulisan ini mencoba menyimpulkan bahwa strategi retoris Paulus dalam Galatia 2:1-10 melakukan pergeseran epistemologis dalam pembentukan komunitas Kristen
DWCUDWCU Smith menekankan pentingnya keselarasan antara konten yang diajarkan dan cara mengajarnya, sehingga pembelajaran menjadi sarana pembentukan karakter danSmith menekankan pentingnya keselarasan antara konten yang diajarkan dan cara mengajarnya, sehingga pembelajaran menjadi sarana pembentukan karakter dan
DWCUDWCU Lembaga inter-religius lainnya melakukan program yang serupa untuk perdamaian. Para pemimpin, komunitas, dan institusi keagamaan dapat melakukan peranLembaga inter-religius lainnya melakukan program yang serupa untuk perdamaian. Para pemimpin, komunitas, dan institusi keagamaan dapat melakukan peran
DWCUDWCU Narasi menunjukkan bahwa Musa membunuh orang Mesir yang sedang menindas orang Ibrani, kemudian juga menunjukkan Musa yang menegur dua orang Ibrani yangNarasi menunjukkan bahwa Musa membunuh orang Mesir yang sedang menindas orang Ibrani, kemudian juga menunjukkan Musa yang menegur dua orang Ibrani yang
DWCUDWCU Model ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai universal, dialog lintas-identitas, dan penyembuhan trauma sosial melalui budaya.meskipun memiliki beberapaModel ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai universal, dialog lintas-identitas, dan penyembuhan trauma sosial melalui budaya.meskipun memiliki beberapa
DWCUDWCU Kajian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pemahaman dan praktik chaplaincy, terutama dalam konteks keberagaman dan kebutuhan masyarakatKajian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pemahaman dan praktik chaplaincy, terutama dalam konteks keberagaman dan kebutuhan masyarakat
Useful /
DWCUDWCU Artikel ini mengkaji lagu Tiada Tuhan Selain Pemilik Kapital karya Efek Rumah Kaca sebagai representasi kritis terhadap konflik agraria di Indonesia yangArtikel ini mengkaji lagu Tiada Tuhan Selain Pemilik Kapital karya Efek Rumah Kaca sebagai representasi kritis terhadap konflik agraria di Indonesia yang
PRIMAKARAPRIMAKARA This study aims to develop an integrated web-based information system for searching and booking boarding houses and rental properties in accordance withThis study aims to develop an integrated web-based information system for searching and booking boarding houses and rental properties in accordance with
POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA Dengan menggunakan pendekatan Logical Framework Approach (LFA) partisipatif, penelitian melibatkan para pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pengelolaanDengan menggunakan pendekatan Logical Framework Approach (LFA) partisipatif, penelitian melibatkan para pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pengelolaan
DWCUDWCU Buku ini sangat relevan bagi kesadaran teologis di era modern. Buku ini adalah salah satu upaya mendorong teologi untuk beradaptasi dengan dunia digitalBuku ini sangat relevan bagi kesadaran teologis di era modern. Buku ini adalah salah satu upaya mendorong teologi untuk beradaptasi dengan dunia digital