UNIPASBYUNIPASBY

EMBRIO: Jurnal KebidananEMBRIO: Jurnal Kebidanan

Pandemi Covid-19 berdampak besar pada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, termasuk menjadi permasalahan kesehatan mental perinatal. Depresi perinatal tidak hanya disebabkan oleh gejolak hormonal yang dialami oleh ibu perinatal, tetapi juga oleh tantangan emosional karena harus menjaga bayi baru lahir yang rentan agar tetap hidup, sementara ibu sendiri hanya mendapatkan sedikit istirahat. Dengan kondisi ibu yang kurang istirahat, dibutuhkan partisipasi suami dalam perawatan perinatal dapat mengurangi stress pada ibu perinatal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan partisipasi suami dengan kejadian depresi perinatal pada saat pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu pada masa perinatal dan pasangannya di Kecamatan Sewon. Dua puluh delapan ibu perinatal dari Kecamatan Sewon berpartisipasi dalam penelitian ini. Sampel menggunakan simple random sampling usia 0-1 bulan pascapersalinan. Analisis data menggunakan chi square. Hasil ditemukan responden depresi postpartum rendah dikarenakan suaminya ikut berpartisipasi dalam pengasuhan bayinya sejumlah 51,4%. Nilai chi-square sebesar 17.754 dengan p-value 0.000. Hal ini menunjukkan p-value 0.000 < 0,05 atau X2 hitung (17.754) lebih besar dari X2 tabel (5.591), sehingga Ho ditolak artinya ada hubungan antara partisipasi suami dalam pengasuhan bayi dengan depresi postpartum di Kabupaten Bantul.

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa 51,4% suami secara aktif berpartisipasi dalam merawat bayi.Analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,000.Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara partisipasi suami dalam merawat bayi dan kejadian depresi perinatal selama pandemi Covid-19.Diharapkan suami bersedia terlibat dalam perawatan perinatal dan memberikan motivasi positif serta perawatan karena dukungan keluarga, terutama partisipasi suami, dapat membantu secara psikologis ibu pasca melahirkan sehingga termotivasi untuk menjaga kesehatan selama masa perinatal.Juga perlu diadakan promosi kesehatan bagi pasangan suami istri mengenai pola perawatan bayi dan periode yang akan dilalui ibu setelah melahirkan, sehingga komunikasi baik terjalin dan suami didorong untuk berperan aktif.

Saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Mengembangkan intervensi pelatihan yang melibatkan suami dalam upaya pencegahan depresi perinatal sejak masa kehamilan, sesuai dengan prinsip-prinsip uji klinis. . 2. Menganalisis lebih lanjut karakteristik responden, seperti pendidikan dan ketersediaan dukungan sosial instrumental atau emosional, seperti tempat tinggal bersama mertua, yang juga dapat mempengaruhi hasil maternal. . 3. Meneliti lebih dalam tentang dampak positif yang dialami ibu pasca melahirkan selama pandemi COVID-19, seperti menghabiskan lebih banyak waktu dengan bayi, mendapatkan istirahat yang lebih baik, memiliki waktu lebih banyak untuk menyusui, dan menjalin ikatan dengan bayi mereka.

  1. Psychological impact of COVID‐19 quarantine measures in northeastern Italy on mothers in the immediate... obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ijgo.13249Psychological impact of COVIDAa19 quarantine measures in northeastern Italy on mothers in the immediate obgyn onlinelibrary wiley doi 10 1002 ijgo 13249
  2. Spotlight on maternal mental health: a prepandemic and postpandemic priority | Evidence-Based Nursing.... ebn.bmj.com/content/24/2/29Spotlight on maternal mental health a prepandemic and postpandemic priority Evidence Based Nursing ebn bmj content 24 2 29
Read online
File size413.73 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test