UNIPASBYUNIPASBY

EMBRIO: Jurnal KebidananEMBRIO: Jurnal Kebidanan

Nyeri punggung selama kehamilan disebabkan karena perubahan struktur anatomis dan hormonal. Perubahan anatomis terjadi karena tulang belakang yang bertambah berat, untuk menyeimbangkan tubuh seiring membesarnya uterus dan janin. Penyebab lainnya yaitu peningkatan hormon relaksin yang menyebabkan ligamen tulang belakang menjadi tidak stabil sehingga mudah menjepit daerah pembuluh darah dan serabut saraf. Penelitian ini dilakukan menerapkan prenatal gentle yoga dimana gerakan yoga dilakukan selama 60 menit sehingga dapat mengurangi nyeri punggung (low back pain) yang sering dirasakan pada ibu hamil trimester II dan III. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan quasi eksperimen dengan desain pre‑test post‑test non‑equivalen one group. Teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah 30 ibu hamil trimester II dan III yang mengalami nyeri punggung. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2022. Hasil penelitian terdapat perbedaan nilai rata‑rata sebelum dan setelah diberikan intervensi prenatal gentle yoga dalam menurunkan low back pain pada ibu hamil trimester II dan III yaitu p‑value 0,000<0,005. Rekomendasi: pemberian prenatal gentle yoga dapat dilakukan secara efektif dimana gerakan yoga tersebut dapat membantu ibu hamil dalam mengelola pernapasan, mempersiapkan diri dalam proses persalinan serta dapat mengurangi gejala keluhan yang sering dialami ibu hamil.

Terdapat perbedaan nilai rata‑rata sebelum dan setelah intervensi prenatal gentle yoga, dan intervensi tersebut terbukti efektif dalam mengurangi nyeri punggung bawah pada wanita hamil pada trimester II dan III.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas prenatal gentle yoga dibandingkan dengan intervensi fisioterapi konvensional dalam mengurangi nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester II dan III melalui desain uji coba terkontrol secara acak dengan sampel multi‑pusat untuk meningkatkan generalisasi temuan. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti peserta hingga periode pascapersalinan dapat menilai apakah manfaat yoga prenatal berlanjut mempengaruhi pemulihan fisik, tingkat depresi, dan kualitas hidup ibu setelah melahirkan, sehingga memberikan gambaran lengkap tentang efek jangka panjang intervensi tersebut. Penelitian ketiga dapat menyelidiki hubungan antara frekuensi dan durasi sesi yoga prenatal dengan penurunan intensitas nyeri, misalnya dengan membandingkan program 2 kali seminggu selama 30 menit versus 3 kali seminggu selama 60 menit, untuk menentukan dosis optimal yang dapat diimplementasikan dalam program kebidanan rutin.

  1. Implications of Prenatal Gentle Yoga on Low Back Pain among Women in the Second and Third Trimesters... doi.org/10.36456/embrio.v14i2.5710Implications of Prenatal Gentle Yoga on Low Back Pain among Women in the Second and Third Trimesters doi 10 36456 embrio v14i2 5710
Read online
File size316.06 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test