MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika (MANEKIN)Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika (MANEKIN)

Pengambilan keputusan di zaman modern ini dapat dilakukan dengan lebih cepat, efisien, dan akurat berkat penggunaan komputer untuk pengolahan data. Teknik yang digunakan dalam pemrosesan komputer, seperti teknologi AI (metode kecerdasan buatan), sudah dikenal luas. Kesehatan sangat penting bagi semua orang, dan kemajuan teknis dalam profesi medis diperlukan mengingat terobosan teknologi saat ini. Seorang dokter kulit tidak dapat melakukan pekerjaannya tanpa bantuan TI perawatan kesehatan. Sistem pakar adalah sejenis kecerdasan buatan yang menggunakan data, fakta, dan strategi penalaran yang sering disediakan untuk manusia untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang membutuhkan campur tangan manusia. Forward Chaining digunakan oleh program komputer khusus ini. Salah satu cara untuk menalar dari suatu masalah ke solusi adalah melalui forward chaining, suatu teknik inferensi. Forward Chaining membutuhkan seperangkat aturan yang harus diikuti secara berurutan, dengan setiap aturan diterapkan secara bergantian hingga kondisi terakhir terpenuhi dan pencarian dihentikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai sistem pakar penyakit kulit berbasis metode forward chaining menggunakan data yang dikumpulkan dari 2018-2023 dalam publikasi yang relevan. Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR).

Metode forward chaining memiliki kelebihan dalam mendiagnosa penyakit berdasarkan gejala yang dipilih pengguna, namun terbatas pada data yang tersimpan di database sehingga kurang efektif untuk kasus kompleks.Keberhasilan penerapan sistem pakar diagnosa penyakit kulit sangat dipengaruhi oleh kualitas pengetahuan dalam database serta pemeliharaan dan pengembangan sistem yang berkelanjutan.Pendekatan forward chaining dapat dipadukan dengan SLR untuk menemukan sistem pakar yang efektif dalam mengidentifikasi kelainan kulit.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah penggabungan metode forward chaining dengan teknik backward chaining atau reasoning berbasis probabilistik dapat meningkatkan akurasi diagnosis pada kasus penyakit kulit yang kompleks. Selain itu, diperlukan studi yang memanfaatkan pembelajaran mesin untuk memperluas basis pengetahuan sistem pakar dengan data citra klinis kulit, sehingga sistem dapat mengenali pola visual secara otomatis. Selanjutnya, penting untuk melakukan evaluasi kegunaan dan tingkat penerimaan sistem pakar di antara dokter kulit dan pasien melalui uji coba lapangan, guna mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi. Penelitian juga dapat mengeksplorasi integrasi sistem pakar ke dalam aplikasi mobile dengan antarmuka yang intuitif, sehingga meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat umum. Akhirnya, analisis biaya‑manfaat dari implementasi sistem pakar dalam praktik klinis dapat memberikan gambaran ekonomi yang mendukung keputusan kebijakan kesehatan. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti perkembangan diagnosis pasien selama beberapa tahun dapat menilai stabilitas dan perbaikan performa sistem seiring waktu. Penelitian juga dapat menguji kemampuan sistem dalam mengadaptasi pengetahuan baru secara otomatis melalui mekanisme pembelajaran berkelanjutan.

Read online
File size529.92 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test