POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG

JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADUJURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi merupakan penyakit dengan kunjungan pasien tertinggi di Kota Pangkalpinang pada tahun 2021. Puskesmas di Kota Pangkalpinang yang memiliki jumlah kunjungan hipertensi tertinggi pada tahun 2021 yaitu Puskesmas Gerunggang dengan jumlah kunjungan sebanyak 7.746 kunjungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Gerunggang Kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Sampel penelitian terdiri dari 96 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lama menderita hipertensi (p= 0,000), tingkat pengetahuan (p= 0,000), keterjangkauan akses pelayanan kesehatan (p= 0,001), dukungan keluarga (p= 0,001), peran petugas kesehatan (p= 0,013), dan motivasi berobat (p= 0,000) berhubungan dengan kepatuhan berobat pada pasien hipertensi. Faktor jenis kelamin (p=0.540), tingkat pendidikan (p=0.650), status pekerjaan (p=0.966), dan keikutsertaan asuransi kesehatan (p=0.295) tidak berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Temuan penelitian ini dapat memberikan masukan yang berharga bagi Puskesmas untuk memobilisasi kader PTM dan memberikan edukasi mengenai pentingnya kepatuhan minum obat bagi penderita hipertensi.

Ada hubungan lama menderita hipertensi, tingkat pengetahuan, keterjangkauan akses ke pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, dan motivasi berobat dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Gerunggang Kota Pangkalpinang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi pasien hipertensi terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan mereka dalam menjalani pengobatan. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas perilaku kepatuhan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi intervensi berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual seperti budaya, sosial, dan ekonomi. Intervensi ini dapat melibatkan pemberdayaan pasien, peningkatan dukungan keluarga, dan peningkatan peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi peran teknologi, seperti aplikasi seluler atau platform telemedicine, dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan teknologi dalam memberikan pengingat minum obat, memantau tekanan darah secara mandiri, dan memberikan dukungan jarak jauh dari tenaga kesehatan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pengendalian hipertensi dan peningkatan kualitas hidup pasien.

Read online
File size417.05 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test