UMPUMP
Proceedings Series on Health & Medical SciencesProceedings Series on Health & Medical SciencesFilipina menempati peringkat keempat dunia dalam kejadian tuberkulosis (TB), sehingga kepatuhan penuh terhadap pengobatan menjadi krusial untuk memerangi penyakit tersebut. Studi kualitatif deskriptif ini dilakukan di Kota Cabanatuan, Nueva Ecija, dengan menggunakan wawancara semi‑terstruktur terhadap delapan perawat TB‑DOTS yang dipilih secara purposif. Analisis tematik mengungkap tiga tema utama: (1) rintangan tersembunyi dalam pengobatan TB, (2) dukungan di luar pil, dan (3) motivasi intrinsik serta perawatan fleksibel, yang bersama‑sama menunjukkan bahwa strategi berpusat pada manusia, yang memperhatikan stigma, beban ekonomi, keyakinan pasien, kerentanan usia, dan mobilitas, dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan TB.
Kesimpulannya, kepatuhan pengobatan TB dipengaruhi secara kompleks oleh kondisi pribadi pasien serta dukungan dinamis dari tenaga kesehatan, termasuk rintangan tersembunyi seperti stigma, tekanan ekonomi, keyakinan individu, kerentanan usia, dan mobilitas.Namun, faktor penguat seperti motivasi intrinsik pasien, kepercayaan terhadap penyedia layanan, dan dukungan perawat yang proaktif serta adaptif dapat meningkatkan kepatuhan.Oleh karena itu, pendekatan berpusat pada manusia dengan empati, komunikasi terpersonalisasi, dan layanan yang fleksibel merupakan kunci utama untuk mengubah tantangan kepatuhan menjadi hasil pengobatan yang sukses.
Penelitian selanjutnya dapat menguji secara kuantitatif prevalensi dan variasi faktor penghambat kepatuhan TB yang diidentifikasi pada perawat TB‑DOTS di berbagai wilayah Indonesia untuk memperluas generalisasi temuan. Selanjutnya, sebuah studi intervensi dapat dirancang untuk menilai efektivitas program pendampingan berbasis pekerja kesehatan komunitas yang menyediakan kunjungan rumah dan layanan telepon dalam mengurangi dampak mobilitas dan stigma terhadap kepatuhan pasien TB. Terakhir, sebuah penelitian longitudinal dapat meneliti pengaruh edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan keyakinan dan kebutuhan individu pasien terhadap perubahan sikap dan tingkat kepatuhan selama seluruh siklus pengobatan TB.
| File size | 633.45 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
AKPERGAPU JAMBIAKPERGAPU JAMBI Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penerimaan diri MMAS-8. Analisis data menggunakanTeknik purposive sampling digunakan untuk memilih 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penerimaan diri MMAS-8. Analisis data menggunakan
UHTUHT Populasi sebanyak 59 orang, dengan sampel 38 orang dan menggunakamn teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan hematologyPopulasi sebanyak 59 orang, dengan sampel 38 orang dan menggunakamn teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan hematology
POLKESBANPOLKESBAN Penelitian ini menemukan bahwa meningkatkan kepatuhan pengobatan TBC memerlukan pendekatan komprehensif yang mengatasi hambatan medis, psikologis, danPenelitian ini menemukan bahwa meningkatkan kepatuhan pengobatan TBC memerlukan pendekatan komprehensif yang mengatasi hambatan medis, psikologis, dan
AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara jumlah leukosit dan laju endap darah (LED) pada pasien TB paru di Rumah Sakit Rujukan Suai,Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara jumlah leukosit dan laju endap darah (LED) pada pasien TB paru di Rumah Sakit Rujukan Suai,
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Sampel yang diambil secara acak dari 80 sampel menunjukkan hasil analisis univariat, yaitu 12,5 persen menderita TB paru, tidak menderita 87,5 persen,Sampel yang diambil secara acak dari 80 sampel menunjukkan hasil analisis univariat, yaitu 12,5 persen menderita TB paru, tidak menderita 87,5 persen,
FMIPAUKITFMIPAUKIT Penilaian kausalitas menggunakan Algoritma Naranjo menunjukkan kemungkinan kejadian efek samping pada pasien tuberkulosis paru, dengan skor >9 pada 2 pasienPenilaian kausalitas menggunakan Algoritma Naranjo menunjukkan kemungkinan kejadian efek samping pada pasien tuberkulosis paru, dengan skor >9 pada 2 pasien
EBSINAEBSINA Intervensi yang diberikan adalah Pemromosi Perilaku Kesehatan. Ukuran sampel sebanyak 87 responden dari wilayah terpilih menggunakan teknik Cluster Sampling.Intervensi yang diberikan adalah Pemromosi Perilaku Kesehatan. Ukuran sampel sebanyak 87 responden dari wilayah terpilih menggunakan teknik Cluster Sampling.
ITKESWHSITKESWHS Untuk mengurangi kejadian gangguan tumbuh kembang, diperlukan stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang yang komprehensif dan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan.Untuk mengurangi kejadian gangguan tumbuh kembang, diperlukan stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang yang komprehensif dan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan.
Useful /
WIDYADHARMAWIDYADHARMA The analysis of linguistic expressions of certainty and uncertainty in Glaspells Trifles reveals significant insights into the distinctive roles of maleThe analysis of linguistic expressions of certainty and uncertainty in Glaspells Trifles reveals significant insights into the distinctive roles of male
EBSINAEBSINA Hasil menunjukkan bahwa 51,2% responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan 57,1% memiliki kualitas hidup yang tinggi. Uji Kendalls tau b menunjukkanHasil menunjukkan bahwa 51,2% responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan 57,1% memiliki kualitas hidup yang tinggi. Uji Kendalls tau b menunjukkan
UMKOUMKO Dengan demikian, program kerja KKN Mandiri Universitas Muhammadiyah Kotabumi tahun 2020/2021 telah berjalan dengan baik. Cendana RT 01 LK 04 KelurahanDengan demikian, program kerja KKN Mandiri Universitas Muhammadiyah Kotabumi tahun 2020/2021 telah berjalan dengan baik. Cendana RT 01 LK 04 Kelurahan
UMKOUMKO Keterbatasan akses terhadap komputer merupakan salah satu faktor yang menyebabkan siswa SD dan SMP belum mampu mengoperasikan komputer. Tujuan programKeterbatasan akses terhadap komputer merupakan salah satu faktor yang menyebabkan siswa SD dan SMP belum mampu mengoperasikan komputer. Tujuan program