UMPUMP
Proceedings Series on Health & Medical SciencesProceedings Series on Health & Medical SciencesData World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa infeksi saluran reproduksi (RTI) paling prevalen pada remaja (35‑42 %) dan dewasa muda (27‑33 %), dengan tingkat tinggi kandidiasis (25‑50 %), bakterial vaginosis (20‑40 %), dan trikomoniasis (5‑15 %). Selain itu, 75 % wanita di dunia pernah mengalami keputihan vagina. Pada tahun 2012, dari 43,3 juta perempuan Indonesia berusia 10‑14 tahun, perilaku kebersihan pribadi yang buruk umum terjadi. Praktik kebersihan pribadi sangat penting bagi kesehatan reproduksi remaja. Salah satu cara meningkatkan pengetahuan adalah melalui media cetak seperti leaflet. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek edukasi kesehatan berbasis leaflet terhadap pengetahuan kebersihan pribadi menstruasi pada SMP Bustanul Ulum Nahdlatul Ulama (NU) Brebes. Penelitian pre‑eksperimental dengan desain satu kelompok pre‑test‑post‑test melibatkan 180 responden yang dipilih secara purposif dari total 273 siswa. Instrumen yang digunakan berupa leaflet dan kuesioner pengetahuan kebersihan pribadi menstruasi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon pada tingkat signifikansi 5 %. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan siswa tentang kebersihan pribadi menstruasi (p = 0,001 < 0,05).
Mayoritas responden adalah remaja perempuan usia 13‑15 tahun (80 %) dengan sebagian besar mengalami menarche pada usia 12 tahun dan durasi menstruasi 3‑7 hari.Sebelum intervensi, 76,7 % responden memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang kebersihan pribadi menstruasi, sedangkan setelah intervensi, 73,9 % menunjukkan tingkat pengetahuan tinggi.Edukasi kesehatan menggunakan media leaflet secara signifikan meningkatkan pengetahuan kebersihan pribadi menstruasi pada remaja perempuan (p = 0,001 < 0,05), sehingga disarankan sekolah dan tenaga kesehatan terus menyediakan pendidikan terstruktur mengenai topik ini.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas media edukasi digital dibandingkan leaflet tradisional dalam meningkatkan pengetahuan serta praktik kebersihan menstruasi pada remaja perempuan, dengan menggunakan desain eksperimental terkontrol untuk memastikan perbandingan yang valid. Selain itu, studi longitudinal dengan kelompok kontrol dapat menilai keberlanjutan peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku kebersihan selama minimal enam bulan setelah intervensi, sehingga memberikan gambaran tentang efek jangka panjang edukasi kesehatan. Penelitian juga dapat memperluas fokus ke remaja laki‑laki serta mengeksplorasi dampak edukasi kebersihan reproduksi terhadap persepsi gender, pengetahuan, dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan, yang selama ini kurang mendapat perhatian. Selanjutnya, analisis biaya‑manfaat dari berbagai media edukasi dapat membantu pihak sekolah dan lembaga kesehatan dalam memilih strategi paling efisien untuk program penyuluhan kebersihan menstruasi. Dengan menggali faktor-faktor pendukung dan hambatan dalam implementasi, penelitian masa depan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.
| File size | 294.96 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain yang lebih kuat serta mengembangkan intervensi dengan mengombinasikan leaflet dan media edukasiPenelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain yang lebih kuat serta mengembangkan intervensi dengan mengombinasikan leaflet dan media edukasi
IDJOURNALIDJOURNAL Sosialisasi penggunaan pupuk cair non sintetis berbahan dasar kulit apel dapat memberikan solusi konkret terhadap masalah lingkungan dan ekonomi yang dihadapiSosialisasi penggunaan pupuk cair non sintetis berbahan dasar kulit apel dapat memberikan solusi konkret terhadap masalah lingkungan dan ekonomi yang dihadapi
LMULMU Responden bersedia membayar tarif lebih sebesar Rp. 2000 untuk kelas Ekonomi dewasa dan anak, serta 3%-5% dari harga saat ini untuk kendaraan GolonganResponden bersedia membayar tarif lebih sebesar Rp. 2000 untuk kelas Ekonomi dewasa dan anak, serta 3%-5% dari harga saat ini untuk kendaraan Golongan
JQWHJQWH Sampel diambil menggunakan Proportional Random Sampling dengan sampel sebanyak 60 responden, yaitu 21 siswa kelas X, 17 siswa kelas XI dan 22 siswa kelasSampel diambil menggunakan Proportional Random Sampling dengan sampel sebanyak 60 responden, yaitu 21 siswa kelas X, 17 siswa kelas XI dan 22 siswa kelas
JQWHJQWH Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan salah satu sebab remaja putri tidak melakukan penanganan sindrom premenstruasi dengan baik.Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan salah satu sebab remaja putri tidak melakukan penanganan sindrom premenstruasi dengan baik.
JQWHJQWH Instrumen penelitian terdiri dari alat ukur digital untuk mengukur kadar hemoglobin dan lembar observasi. Pemberian sari kacang hijau diberikan sebanyakInstrumen penelitian terdiri dari alat ukur digital untuk mengukur kadar hemoglobin dan lembar observasi. Pemberian sari kacang hijau diberikan sebanyak
JQWHJQWH Penelitian pre-eksperimental ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest design dengan jumlah sampel 171 responden yang dipilih menggunakan teknikPenelitian pre-eksperimental ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest design dengan jumlah sampel 171 responden yang dipilih menggunakan teknik
JQWHJQWH Terdapat pengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan ibu postpartum sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai pijat oksitosin dengan nilai p-valueTerdapat pengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan ibu postpartum sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai pijat oksitosin dengan nilai p-value
Useful /
169169 Transformasi ini mencapai puncaknya dalam realisasi komposisi berupa pertunjukan langsung, yang dapat dialami sebagai pengalaman audiovisual maupun rekamanTransformasi ini mencapai puncaknya dalam realisasi komposisi berupa pertunjukan langsung, yang dapat dialami sebagai pengalaman audiovisual maupun rekaman
UMPUMP Perilaku self‑harm, seperti melukai diri, dilakukan sebagai respons terhadap tekanan emosional diagnosis HIV dan kurangnya dukungan keluarga. DistressPerilaku self‑harm, seperti melukai diri, dilakukan sebagai respons terhadap tekanan emosional diagnosis HIV dan kurangnya dukungan keluarga. Distress
UMPUMP Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Frommelt Attitudes Toward Care of the Dying Scale (FATCOD). Hasil menunjukkan mayoritas perawat (89,2 %)Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Frommelt Attitudes Toward Care of the Dying Scale (FATCOD). Hasil menunjukkan mayoritas perawat (89,2 %)
UMPUMP Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode deskriptif dan teknik analisis penjelas untuk menentukan hubungan sebab-akibatMetode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode deskriptif dan teknik analisis penjelas untuk menentukan hubungan sebab-akibat