POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM

Jurnal Teras KesehatanJurnal Teras Kesehatan

Hiperglikemia dan hipertensi merupakan dua gangguan kesehatan yang umum dialami oleh lansia. Kadar gula darah yang tetap tinggi secara konsisten pada orang dengan diabetes mellitus, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah hipertensi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara terjadinya hiperglikemia dan hipertensi pada lansia yang mengikuti posyandu di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang, Sampel berjumlah 80 responden. Pengukuran kadar glukosa darah sewaktu dengan alat POCT, sedangkan tekanan darah dengan menggunakan alat sfigmomanometer. Metode analisis kuantitatif dengan uji Chi-square. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan kadar gula darah normal sebanyak 61 responden (76,3%) dan tekanan darah normal sebanyak 34 responden (42,5%). Analisis menggunakan uji Chi-square menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara hiperglikemia dengan hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hiperglikemia berkontribusi dengan hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Penelitian terhadap 80 responden lansia menunjukkan mayoritas memiliki kadar glukosa dan tekanan darah normal, sementara 23,8% yang mengalami hiperglikemia juga mengalami hipertensi, menandakan hubungan signifikan (p < 0,001).Semakin tinggi kadar glukosa darah, semakin besar risiko hipertensi pada kelompok lansia.Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan sampel yang lebih besar dan wilayah yang lebih luas serta mempertimbangkan faktor riwayat penyakit dan penggunaan obat untuk mengeksplorasi hubungan sebab‑akibat antara hiperglikemia dan hipertensi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah intervensi peningkatan aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan prevalensi hiperglikemia dan hipertensi pada lansia di wilayah pedesaan, dengan membandingkan kelompok yang mengikuti program olahraga terstruktur selama enam bulan dengan kelompok kontrol yang tidak mendapat intervensi. Selain itu, diperlukan studi kohort prospektif yang melacak perubahan kadar glukosa dan tekanan darah selama dua tahun untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko tambahan seperti riwayat penyakit kardiovaskular, penggunaan obat antihipertensi, dan pola makan, sehingga dapat membangun model prediksi komplikasi pada populasi lansia. Selanjutnya, sebuah penelitian eksperimental dengan desain randomized controlled trial dapat mengevaluasi efektivitas kombinasi edukasi gizi berbasis aplikasi mobile dan pemantauan digital terhadap kontrol glukosa serta tekanan darah, serta menilai dampaknya terhadap kualitas hidup dan beban kesehatan masyarakat. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk strategi pencegahan dan penanganan hiperglikemia serta hipertensi pada lansia.

  1. Hubungan Kejadian Hiperglikemia dengan Hipertensi pada Peserta Posyandu Lansia di Desa Kubangsari Brebes... doi.org/10.38215/6ekzwd46Hubungan Kejadian Hiperglikemia dengan Hipertensi pada Peserta Posyandu Lansia di Desa Kubangsari Brebes doi 10 38215 6ekzwd46
Read online
File size382.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test