ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER
KENDALI: Economics and Social HumanitiesKENDALI: Economics and Social HumanitiesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesejahteraan psikologis dan dukungan sosial terhadap kinerja karyawan generasi milenial di JMTO Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya faktor psikologis dan lingkungan sosial dalam mendukung performa kerja generasi milenial yang dikenal memiliki karakter responsif terhadap kondisi mental dan hubungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 53 karyawan milenial. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS melalui serangkaian uji statistik, meliputi uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis memberikan pengaruh yang nyata terhadap kinerja karyawan. Nilai t = 3,965 (p < 0,05) menandakan bahwa semakin baik kondisi psikologis yang dirasakan karyawan, semakin tinggi pula kinerja yang ditunjukkan. Dukungan sosial juga memiliki peran penting, dibuktikan dengan nilai t = 3,025 (p < 0,05), yang berarti bahwa bantuan dan dorongan dari lingkungan kerja maupun keluarga turut memperkuat performa karyawan. Secara bersama-sama, kedua variabel ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja, tercermin dari nilai F = 26,004 (p < 0,05), sehingga keduanya dapat dianggap sebagai faktor yang saling melengkapi dalam mempengaruhi hasil kerja generasi milenial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis (t = 3,965.p < 0,05) dan dukungan sosial (t = 3,025.p < 0,05) secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan generasi milenial, dengan pengaruh simultan yang kuat (F = 26,004.Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas psikologis dan dukungan sosial merupakan faktor fundamental dalam teori perilaku kerja bagi karyawan milenial yang sensitif terhadap aspek emosional dan relasi kerja.Secara praktis, perusahaan disarankan memperkuat program kesejahteraan mental dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif untuk meningkatkan konsistensi, produktivitas, dan orientasi hasil.
Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah motivasi kerja berperan sebagai variabel mediasi yang menjelaskan bagaimana kesejahteraan psikologis dan dukungan sosial berkontribusi pada peningkatan kinerja karyawan milenial, sehingga dapat memperjelas mekanisme psikologis yang mendasari performa. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh budaya organisasi, khususnya nilai‑nilai kolaboratif dan kepemimpinan transformasional, terhadap kekuatan hubungan antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis, guna mengetahui apakah lingkungan kerja yang lebih inklusif memperkuat efek positif kedua variabel tersebut. Selanjutnya, studi dengan pendekatan campuran (mixed‑methods) yang menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara mendalam dapat memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana faktor‑faktor sosial dan psikologis beroperasi di sektor‑sektor lain, seperti industri manufaktur atau layanan publik, serta mengidentifikasi tantangan kontekstual yang unik. Penelitian longitudinal yang mengikuti kelompok karyawan selama beberapa tahun juga dapat mengungkap dinamika perubahan kesejahteraan dan dukungan sosial seiring dengan evolusi tugas kerja dan teknologi. Dengan menambahkan variabel‑variabel baru dan metodologi yang lebih variatif, penelitian lanjutan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan SDM yang lebih tepat sasaran bagi generasi milenial.
- KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN MILENIAL JMTO | KENDALI:... asianpublisher.id/journal/index.php/kendali/article/view/1229KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN MILENIAL JMTO KENDALI asianpublisher journal index php kendali article view 1229
- Coping Strategy and Psychological Well-Being of Final Year University Student | Psychological Research... journal.uny.ac.id/index.php/pri/article/view/30364Coping Strategy and Psychological Well Being of Final Year University Student Psychological Research journal uny ac index php pri article view 30364
| File size | 456.41 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Evidensi empiris dari studi yang ditinjau mengonfirmasi bahwa PBL tidak hanya meningkatkan hasil belajar secara kognitif tetapi juga melatih keterampilanEvidensi empiris dari studi yang ditinjau mengonfirmasi bahwa PBL tidak hanya meningkatkan hasil belajar secara kognitif tetapi juga melatih keterampilan
JOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWAJOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWA Setelah menganalisis data, diperoleh bahwa rata-rata skor pre-test adalah 52,96 dan rata-rata skor post-test adalah 76,67. Nilai signifikansi yang dihitungSetelah menganalisis data, diperoleh bahwa rata-rata skor pre-test adalah 52,96 dan rata-rata skor post-test adalah 76,67. Nilai signifikansi yang dihitung
JOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWAJOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWA Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis H1 diterima dan hipotesis H0 ditolak. Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi EnglishHal ini menunjukkan bahwa hipotesis H1 diterima dan hipotesis H0 ditolak. Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi English
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Pendidikan karakter berperan sebagai penggerak utama yang mendasar, memberikan mengapa (alasan untuk mencintai dan membela negara), sementara literasiPendidikan karakter berperan sebagai penggerak utama yang mendasar, memberikan mengapa (alasan untuk mencintai dan membela negara), sementara literasi
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE PBL dapat memberikan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrolPBL dapat memberikan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Faktor pendukung meliputi dukungan internal dan eksternal, fasilitas sekolah, serta antusiasme kepala sekolah dan guru, sementara tantangan utama meliputiFaktor pendukung meliputi dukungan internal dan eksternal, fasilitas sekolah, serta antusiasme kepala sekolah dan guru, sementara tantangan utama meliputi
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Persiapan yang dilakukan YLPAF dalam mempersiapkan otorisasi IB meliputi peningkatan keterampilan sumber daya manusia di bidang IT dan Bahasa Inggris,Persiapan yang dilakukan YLPAF dalam mempersiapkan otorisasi IB meliputi peningkatan keterampilan sumber daya manusia di bidang IT dan Bahasa Inggris,
STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK Data yang diperoleh selanjutnya di analisis dengan menggunakan metode Multi-Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) digunakan untukData yang diperoleh selanjutnya di analisis dengan menggunakan metode Multi-Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) digunakan untuk
Useful /
JOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWAJOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWA Rasa malu menjadi faktor yang paling dominan dalam memicu kecemasan berbicara pada siswa. Upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswaRasa malu menjadi faktor yang paling dominan dalam memicu kecemasan berbicara pada siswa. Upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa
USDUSD Sebagai upaya untuk memperkenalkan kembali dan melestarikan warisan budaya leluhur, integrasi budaya dalam pembelajaran Bahasa Inggris dianggap penting.Sebagai upaya untuk memperkenalkan kembali dan melestarikan warisan budaya leluhur, integrasi budaya dalam pembelajaran Bahasa Inggris dianggap penting.
USDUSD Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis tindak tutur dalam teks dan menganalisis perspektif yang berbeda mengenai makna “sangat menyesalPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis tindak tutur dalam teks dan menganalisis perspektif yang berbeda mengenai makna “sangat menyesal
USDUSD Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap simulasi sebagai bagian dari Pembelajaran Pengalaman dalam mata kuliah AMT. BerdasarkanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap simulasi sebagai bagian dari Pembelajaran Pengalaman dalam mata kuliah AMT. Berdasarkan