PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Indonesia Sosial TeknologiJurnal Indonesia Sosial Teknologi

Pemasangan pipa distribusi HDPE Ø 300 mm crossing rel kereta api di Jl. RA Kartini Kota Cirebon dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga kontinuitas pelayanan air bersih, menertibkan jaringan perpipaan, serta meningkatkan tekanan dan supply air ke wilayah Pesisir dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek keamanan konstruksi pemasangan pipa distribusi HDPE Ø 300 mm dengan metode Jacking System serta mengetahui efektifitas dari perencanaan pemasangan pipa distribusi tersebut dengan melakukan analisis hidrolis. Metode pelaksanaan pemasangan pipa yang digunakan oleh Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon adalah metode jacking system untuk pipa sepanjang 48,70 m sesuai dengan hasil kajian optimalisasi jaringan distribusi Kota Cirebon tahun 2019 menggunakan program aplikasi EPANET. Hasil analisis distribusi beban di atas rel kereta api yang akan bekerja pada pipa beton yaitu beban merata pada lapisan tanah asal σ2 = 9,61 N/cm2 = 0,98 Kg/cm2 dan beton K-500 memiliki kekuatan tekan beton sebesar 500 kg/cm2 atau fc 41,50 mpa atau 4.900 N/cm2 sehingga pipa beton K-500 Ø 450 mm crossing rel kereta api Jl. Kartini Kota Cirebon dapat menahan pembebanan yang bekerja pada pipa beton tersebut berupa beban mati/statis dan beban hidup/dinamis (beban vertikal) dan beban horizontal. Hasil analisis hidrolis pada jam puncak menunjukkan bahwa pemasangan pipa baru HDPE dengan ukuran Ø 300 mm di Jalan Kartini dari Crossing Rel Kereta Api Sampai Dengan Jl. Veteran Sisingamangaraja Sepanjang 873 Meter meningkatkan sisa tekan di kawasan Wilayah Pusat Pelelangan Ikan Pesisir.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa metode Jacking System untuk pemasangan pipa distribusi HDPE Ø 300 mm crossing rel kereta api di Jl.RA Kartini Kota Cirebon memenuhi aspek keamanan konstruksi karena dapat menahan pembebanan yang bekerja pada Pipa Beton tersebut berupa Beban Mati/Statis dan Beban Hidup/Dinamis (beban vertikal) dan beban horizontal karena 9,61 N/cm2 < 4.900 N/cm2 { sangat aman } atau, 0,98 Kg/cm2 < 500 kg/cm2 { sangat aman }.Dari hasil analisis hidrolis pada jam puncak menggunakan program Epenet versi 2.0 menunjukkan bahwa pemasangan pipa baru HDPE dengan ukuran Ø 300 mm dapat meningkatkan pelayanan karena meningkatkan sisa tekan di titik-titik kritis kawasan Wilayah Pusat Pelelangan Ikan Pesisir hingga mencapai > 1 bar, jauh membaik dibandingkan dengan jaringan eksisting sebelum ada pemasangan pipa baru HDPE dengan ukuran Ø 300 mm.

Bagaimana kinerja jangka panjang dan ketahanan pipa HDPE Ø 300 mm yang dipasang melintasi rel kereta api dengan metode Jacking System ketika terpapar beban statis maupun dinamis serta kondisi lingkungan yang berubah‑ubah? Apakah metode trenchless alternatif, seperti micro‑tunneling atau pipe‑ramming, dapat memberikan efisiensi biaya, kecepatan pelaksanaan, serta tingkat keamanan struktur yang lebih baik dibandingkan Jacking System pada kondisi tanah yang berbeda di wilayah perkotaan? Bagaimana penerapan model simulasi hidrolik berbasis kecerdasan buatan dapat mengoptimalkan perencanaan jaringan distribusi air, khususnya dalam memprediksi tekanan dan sisa tekan pada titik‑titik kritis ketika permintaan air meningkat sesuai proyeksi tahun 2030? Penelitian ini dapat memperluas pemahaman tentang interaksi antara beban rel kereta api dan pipa pelindung beton K‑500, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kritis yang mempengaruhi keamanan konstruksi pada proyek serupa. Dengan menggabungkan hasil evaluasi keawetan pipa, perbandingan metode pemasangan, dan model prediksi hidrolik cerdas, diharapkan dapat diperoleh rekomendasi teknis yang komprehensif untuk meningkatkan pelayanan air bersih di wilayah pesisir dan daerah dengan infrastruktur transportasi yang padat.

Read online
File size1.68 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test