PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Indonesia Sosial TeknologiJurnal Indonesia Sosial Teknologi

Robot penyortir barang berdasarkan warna RGB adalah sebuah implementasi monitoring dan kendali konveyor yang terdiri dari sebuah konveyor, lengan penyortir serta sensor pendeteksi warna objek yang dilengkapi oleh pengontrolan berbasis SCADA (Supervisory Control And Data Acquistion). Pusat pengontrolan dalam perancangan ini diolah oleh mikrokontroler Arduino Mega Pro 2560 dan Sensor TCS3200 untuk mengubah warna menjadi frekuensi sebagai input. Sensor tersebut akan mendeteksi warna objek yang akan menjadi input Arduino Mega Pro 2560 kemudian memerintahkan motor servo untuk memilah warna yang telah terdeteksi. Kemudian untuk menggerakkan konveyor dibutuhkan driver motor L298N yang dihubungkan dengan Arduino dan mendapatkan input PWM agar dapat diatur kecepatannya. Untuk dilakukan proses pemantauan serta pengendalian jarak jauh dapat menggunakan HMI yang berbasis SCADA sehingga keberjalanan plant dapat dipantau. Terdapat berbagai fitur yang diaplikasikan pada HMI seperti sistem keamanan, pengaturan hak pengguna, penyimpanan data ke database serta alarm dan maintenance. Ketika sistem ini mengalami kerusakan, indicator alarm pada tampilan pada layer HMI akan menyala merah berkedip serta terdapat bunyi alarm peringatan untuk memberitahu pengguna agar plant dapat segera diperbaiki. Sehingga proses penyortiran berbasis SCADA ini dapat bekerja dengan baik.

Berdasarkan hasil perancangan alat penyortir barang berdasarkan warna berbasis SCADA ini dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan memiliki bagian input yakni sensor warna TCS3200, bagian pusat pengolahan yakni Arduino Mega Pro 2560, bagaian output yakni motor DC 12V untuk konveyor serta motor servo SG90 sebagai lengan untuk menyortir barang yang warnanya telah terdeteksi sesuai dengan warna merah, hijau dan biru.Dilengkapi dengan HMI SCADA yang akan memonitoring dan mengendalikan kinerja plant sehingga dapat berjalan dengan baik.Hasil yang didapatkan sudah sesuai dengan tujuan yakni kecepatan putaran konveyor dapat diatur oleh HMI dengan slider, kemudian benda yang terdeteksi oleh sensor warna akan dipilah oleh lengan dan seluruh data pada HMI akan masuk ke dalam database mulai dari waktu pengambilan data, besar kecepatan konveyor dalam rpm, dan data warna hasil dari pendeteksian.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi pengaruh variasi pencahayaan lingkungan terhadap akurasi sensor warna TCS3200 dan mengembangkan algoritma kalibrasi adaptif yang dapat menyesuaikan secara otomatis kondisi cahaya. Selain itu, integrasi teknologi visi mesin dengan kamera beresolusi tinggi serta metode deep learning dapat diteliti untuk meningkatkan deteksi dan klasifikasi warna melebihi kemampuan sensor RGB tradisional, serta dibandingkan performanya dengan sistem TCS3200 yang ada. Studi juga dapat memperluas skala sistem SCADA‑based dengan menambahkan beberapa konveyor dan lengan penyortir paralel untuk meningkatkan throughput, sambil menganalisis beban komunikasi data real‑time serta kestabilan kontrol pada jaringan industri. Selanjutnya, pengujian ketahanan jangka panjang sistem terhadap kegagalan komponen, termasuk motor DC, driver L298N, dan modul Arduino, dapat memberikan insight tentang strategi pemeliharaan prediktif berbasis data historis yang tersimpan di database HMI. Penelitian dapat merancang prototipe dengan antarmuka pengguna yang lebih intuitif, misalnya dengan visualisasi grafik kecepatan konveyor dan status alarm dalam bahasa alami, untuk menilai dampaknya terhadap efisiensi operasional pada operator lapangan. Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan tersebut, pengembangan sistem penyortiran berbasis warna akan lebih robust, scalable, dan siap diaplikasikan pada lini produksi industri yang menuntut kecepatan serta keakuratan tinggi.

Read online
File size1.06 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test