UNIDAUNIDA

JURNAL MINA SAINSJURNAL MINA SAINS

Kematangan gonad pada ikan merupakan suatu faktor penting dalam budidaya ikan karena berkaitan dengan produksi benih. Minyak wijen menjadi salah satu bahan sebagai suplemen pakan dalam stimulasi pematangan gonad ikan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan dosis terbaik ekstrak biji wijen (Sesamum indicum L.) pada pakan untuk meningkatkan kematangan gonad ikan komet (Carassius auratus). Penelitian ini dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Taraf perlakuan pada penelitian ini adalah: P0 Tanpa pemberian ekstrak biji wijen (Kontrol), P1 Pemberian ekstrak biji wijen 5 mL/kg pakan, P2 pemberian ekstrak biji wijen 10 mL/kg pakan, P3 Pemberian ekstrak biji wijen 15 mL/kg. Hasil penelitian selama 6 minggu menunjukkan pada awal pemeliharaan berada di TKG I, minggu ke‑3 memasuki TKG III, dan pada minggu ke‑6 P1, P2, P3 memasuki TKG IV sedangkan P0 masih berada di TKG III. Indeks kematangan gonad tertinggi setiap waktu pengamatan terjadi pada perlakuan P2 dengan ekstrak 10 mL/kg pakan. Pada minggu ke‑1 indeks tertinggi 7,80, minggu ke‑3 9,26, minggu ke‑6 11,17. Fekunditas pada minggu ke‑6 tertinggi pada P2 (4.290). Tingkat kematangan gonad dengan ekstrak wijen lebih cepat selama 6 minggu, menunjukkan bahwa ekstrak wijen dapat digunakan sebagai suplemen untuk meningkatkan kematangan gonad ikan komet.

Ekstrak biji wijen mempercepat kematangan gonad ikan komet dalam enam minggu, sehingga pada akhir pengamatan gonad mencapai fase TKG IV.Perlakuan dengan dosis 10 mL/kg pakan (P2) menghasilkan indeks kematangan gonad dan fekunditas tertinggi.Dosis tersebut direkomendasikan untuk diaplikasikan pada induk ikan komet dengan morfologi serupa guna mendukung reproduksi.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh kombinasi ekstrak biji wijen dengan fitoestrogen lain, seperti kedelai atau alfalfa, terhadap kematangan gonad pada berbagai strain ikan komet untuk menentukan dosis optimal yang lebih efektif. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi jangka panjang terhadap performa reproduksi dan kualitas keturunan ketika broodstock diberikan ekstrak wijen selama beberapa siklus pemijahan, guna menilai dampak kumulatif pada fertilitas dan pertumbuhan larva. Selanjutnya, studi molekuler dapat meneliti ekspresi gen reseptor estrogen dan protein vitelin pada jaringan gonad setelah suplementasi ekstrak wijen, sehingga mekanisme aksi fitoestrogen pada ikan komet dapat dipahami secara lebih mendalam.

  1. Reproductive biology of silurid catfishes Ompok miostoma (Vaillant 1902) in Mahakam River East Kalimantan... jurnal-iktiologi.org/index.php/jii/article/view/387Reproductive biology of silurid catfishes Ompok miostoma Vaillant 1902 in Mahakam River East Kalimantan jurnal iktiologi index php jii article view 387
  2. Dietary vitamin E on the reproductive performance of the fantail goldfish Carassius auratus auratus |... doi.org/10.19027/jai.12.14-17Dietary vitamin E on the reproductive performance of the fantail goldfish Carassius auratus auratus doi 10 19027 jai 12 14 17
  3. Regulation of oocyte maturation in fish - Nagahama - 2008 - Development, Growth & Differentiation... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1440-169X.2008.01019.xRegulation of oocyte maturation in fish Nagahama 2008 Development Growth Differentiation onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1440 169X 2008 01019 x
Read online
File size491.91 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test