UNIRA MALANGUNIRA MALANG

AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education StudiesAL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies

Pondok Pesantren berbasis kewirausahaan di Nurul Haramain dimulai dengan kedatangan Tuan Guru Juaini Mukhtar ke daerah Narmada dan kegelisahan para guru terhadap kebutuhan siswanya. Kedua hal ini terus berkembang sejak awal berdirinya hingga saat ini bahkan banyak ditiru oleh pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tuan Guru Hasanain Juaini pemikiran khususnya dalam bidang pengembangan pesantren berbasis Entrepreneurship. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan selama 2 bulan terhitung pada bulan Mei-Juni 2023. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa konsep kewirausahaan menurut Tuan Guru Hasanain Juaini merupakan ilmu wajib yang harus dimiliki seseorang. Pemikiran Tuan Guru Hasanain dalam mengembangkan Nurul Pondok Pesantren Haramain berbasis kewirausahaan juga berdagang sesuai dengan syariat Islam yang mengedepankan kerja keras, kejujuran, disiplin, keterbukaan pikiran, dan hidup sederhana. Sedangkan implementasi pemikiran kewirausahaan Tuan Guru Hasanain terlihat dengan lahirnya usaha dan unit usaha di Nurul Pesantren Haramain meliputi mini bank, laundry, restoran Haramain , toko roti, Haramain Mart, peternakan, olah raga, persewaan alat berat dan lain-lain. Adapun sumbangan pemikiran Tuan Guru Hasanain dalam mengembangkan Nurul Pesantren Haramain, bisa dikatakan mayoritas yang ada di pesantren tersebut merupakan sumbangsih pemikiran Tuan Guru Hasanain dari yang terkecil sampai yang terbesar. Mulai dari kehilangan uang siswa dalam jumlah kecil, kredit kendaraan guru hingga membangun jaringan dengan pemerintah, investor, dan pengusaha. Tesis ini juga menyimpulkan bahwa dalam mengembangkan pesantren berbasis kewirausahaan harus dimulai dari sebuah gerakan, sukses atau tidaknya yang terpenting adalah memulainya terlebih dahulu. Syariat Islam dalam bisnis bila diterapkan dapat menjadi solusi ketika terjadi kebuntuan dalam berbagai situasi dan kondisi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pesantren berbasis kewirausahaan harus dimulai dari sebuah gerakan, terlepas dari keberhasilannya, yang terpenting adalah memulai.Penerapan syariat Islam dalam bisnis dapat menjadi solusi dalam berbagai situasi dan kondisi.Pemikiran Tuan Guru Hasanain Juaini menjadi inspirasi dalam mengembangkan pondok pesantren yang mandiri dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas model kewirausahaan yang diterapkan di Pondok Pesantren Nurul Haramain dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan santri. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan kurikulum kewirausahaan yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, sehingga santri tidak hanya memiliki keterampilan bisnis, tetapi juga memiliki etika dan moral yang kuat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara pondok pesantren dengan pihak eksternal, seperti UMKM, investor, dan pemerintah, untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan akses terhadap sumber daya. Dengan demikian, pondok pesantren dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Read online
File size871.5 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test