UINMADURAUINMADURA

Mabny: Journal of Sharia Management and BusinessMabny: Journal of Sharia Management and Business

Relokasi merupakan salah satu dari kegiatan pemerintah yang mencakup bidang perencanaan tata ruang, peningkatan kesejahteraan ekonomi sosial dan lainnya. Sehingga pemerintah daerah memiliki hak untuk melakukan relokasi pada sektor‑sektor yang dikuasai pemerintah daerah termasuk fasilitas umum. Dalam implementasinya relokasi mencakup berbagai bidang termasuk tata ruang kota, dinamika sosial ekonomi maupun adaptasi pada hal yang baru. Hal itu juga berdampak pada kondisi sosial ekonomi para pedagang yang mengalami perbandingan atau perbedaan dari sebelum direlokasi hingga setelah direlokasi ditinjau dari indikator Pendapatan, Pekerjaan, dan Pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif atau analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan tiga prosedur pengumpulan data yaitu: wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, kondisi sosial ekonomi pedagang Kaki Lima Arek Lancor Pamekasan untuk kondisi berjualan dan pendapatan masih lebih ramai dan lebih tinggi sebelum pindah dari Arek Lancor. Pada indikator pekerjaan para pedagang sebagian memilih untuk mencari kerja sampingan setelah direlokasi mengingat kondisi berjualan yang sepi yang berimbas pada menurunnya pendapatan. Pada indikator pendidikan para pedagang tetap mengupayakan pendidikan untuk keluarganya. Setelah direlokasi meskipun kondisi pendapatan atau ekonomi menurun tidak ada masalah yang berarti bagi pedagang untuk aspek pendidikan bahkan ada keluarganya yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi S2.

Sebelum relokasi, pedagang kaki lima di Arek Lancor memiliki kondisi penjualan yang ramai, pendapatan tinggi, dan pendidikan yang terjaga.Setelah relokasi, penjualan menjadi sepi, pendapatan menurun, namun tetap memprioritaskan pendidikan anak dan sebagian pedagang mencari pekerjaan sampingan.Pemerintah disarankan meningkatkan sosialisasi lokasi baru agar pedagang dapat memperoleh kembali pelanggan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana adopsi pemasaran digital oleh pedagang kaki lima yang telah direlokasi dapat meningkatkan pemulihan pendapatan mereka, dengan meneliti strategi media sosial, platform e‑commerce, dan dampaknya terhadap volume penjualan. Selanjutnya, penelitian dapat mengevaluasi peran partisipasi masyarakat dalam merancang lokasi relokasi secara kolaboratif, sehingga meningkatkan aksesibilitas, alur pelanggan, dan kepuasan pedagang melalui metode partisipatif dan analisis tata ruang. Terakhir, studi longitudinal tentang dampak jangka panjang relokasi terhadap hasil pendidikan anak‑anak keluarga pedagang diperlukan, untuk memahami hubungan antara fluktuasi pendapatan pasca‑relokasi dan pencapaian akademik, serta faktor‑faktor penyangga yang dapat memperkuat keberlanjutan pendidikan dalam konteks ekonomi informal.

Read online
File size288.9 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test