UNIMAUNIMA

Jurnal Akuntansi Manado (JAIM)Jurnal Akuntansi Manado (JAIM)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi konsep aset warisan budaya berkelanjutan berdasarkan filosofi masyarakat suku Dayak “Adil Katalino Bacuramin Ka Saruga Basengat Kajubata selanjutnya disebut AKBK. Metode dengan pendekatan kualitatif desain studi kasus. Data diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara kepada informan yaitu pendiri sekolah adat Basangiang, komunitas Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, lembaga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan masyarakat suku Dayak sekitar. Data dianalisis dengan menggunakan nilai filosofi AKBK yang digunakan sebagai indikator aset warisan budaya berkelanjutan. Hasil penelitian adalah sebuah konsep baru tentang aset berkelanjutan yaitu sumber daya ekonomi dan (non) ekonomi sebagai akibat dari peristiwa masa lalu, yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan (non) ekonomi dan harus didistribusikan secara adil tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada makhluk hidup lainnya. Harmonisasi antara manusia, makhluk hidup, alam, dan Tuhan akan menciptakan siklus keberlanjutan di dunia. Kontribusi penelitian ini adalah untuk memperkaya teori akuntansi dalam konteks aset budaya keberlanjutan.

Aset warisan budaya berkelanjutan adalah ekonomi dan sumber daya (non)economi dari peristiwa masa lalu, dan dari mana manfaat (non)economi dan/atau sosial diharapkan untuk diperoleh.Aset ini dapat diukur dalam satuan sumber daya finansial dan non-finansial.Aset ini adalah ideologi untuk mengunifikasi kelompok etnis dan bangsa serta memberikan manfaat dari generasi ke generasi.Suku Dayak percaya pada filsafat Adil Ka Talino Bacuramin Ka Saruga Basengat Kajubata, di mana Tuhan memberikan nafas hidup, pengetahuan, dan kekayaan.Warisan budaya ini adalah milik bersama dan harus disebarkan kepada manusia dan makhluk hidup lainnya.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai bagaimana filsafat dan nilai-nilai budaya suku Dayak dapat diadopsi oleh bisnis modern atau organisasi dalam praktik keberlanjutan mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan studi kasus pada perusahaan-perusahaan di kalimantan yang sudah menerapkan nilai-nilai budaya suku Dayak dalam praktik bisnisnya. Selain itu, penelitian lanjutan juga bisa mengkaji dampak lingkungan dan sosial dari implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan berbasis budaya ini. Misalnya, bagaimana pengelolaan sumber daya alam seperti hutan atau sungai di wilayah suku Dayak bisa dijaga untuk kelestarian ekonomi dan sosialnya maka jelas bahwa pihak-pihak yang terlibat harus lebih terbuka dalam sharing assets yang ada di wilayah suku Dayak.

Read online
File size240.07 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test