UYPUYP

JURNAL HERITAGEJURNAL HERITAGE

Artikel ini mengupas makna estetik Pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul yang lahir dari ide atau gagasan masyarakatnya, dalam hal ini pertunjukan teater rakyat hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakanya tentunya memiliki bentuk dan fungsi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan strukturalisme semiotik model Levi-Strauss yang menjelaskan suatu objek kajian secara struktural melalui dari dua sisi yaitu struktur luar yang dikenal dengan istilah surface structure dan struktur dalam yang dikenal dengan istilah deep structure. Pertunjukan dalam masyarakat dimana Topeng Banjet tersebut berada dan terjadi peristiwa komunikasi budaya dalam intraksi sosial antara pertunjukan dan penonton. Tujuan artikel ini adalah untuk menggali apa makna estetik yang ada pada pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul. Pentingnya penelitian ini untuk mengetahui korelasi-korelasi makna estetik seni pertunjukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan mengacu pola struktur bentuk dan fungsi pertunjukan yang bersifat deskritif naratif dengan triangulasi dan dokumentasi pertunjukan. Dalam hasil uraian struktur pertunjukan, mengurai, menganalisis dan menjelaskan makna estetik dalam seni pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul dalam masyarakat Karawang.

Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan pada Pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul, yakni menganalisis penyajian bentuk dan fungsinya, maka hal ini dilakukan sebagai satu kesatuan guna mencapai tujuan menemukan kolerasi-kolerasi makna estetik pada pertunjukan.Sedangkan proses pe-makna-an estetik yang terjalin pada pertunjukan Topeng Banjet Abah diantaranya.Dihadirkanya perlengkapan sesajian dan kegiatan ngukus dalam pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul masih terjalin komunikasi trensendental dalam menjaga dan keseimbangan hubungan antara manusia, para leluhur (karuhun) dan Tuhan Yang Maha Esa, wujud makna estetik keberkahan dan keselamatan sebagai upacara ucapan syukur.Kebudayaan local sebagai hasil ide atau gagasan masyarakatnya telah menghasilkan bentuk dan fungsi Topeng Banjet Abah Pendul, dengan melalui symbol-simbol yang digunakan terjalin komunikasi budaya dalam pengalaman estetis penanggap telah berlangsung secara turun-temurun sebagai makna estetik perekat nilai-nilai dalam masyarakat seperti, upacara syukuran, aktualisasi, hubungan kekerabaran, dan hiburan.Dalam Pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul, tamu undangan dan penonton dengan berbagai latar belakang social turut menpengaruhi dalam memperoleh makna estetik masing-masing sesuai kepentingannya.Makna estetik sangat subyektif secara personal dimana pengalaman estetis diperoleh melalui relasi-relasi nilai bentuk dan fungsi melalui symbol baik secara verbal dan non-verbal mendapat respon secara indrerawi.

Berdasarkan penelitian ini maka saran yang bisa diberikan yaitu ; 1. Perlunya dari berbagai pihak untuk pelestarian budaya pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul sebagai aset budaya bangsa yang memiliki nilai-nilai kearifan dan makna estetik budaya local menjadi salah satu bentuk dan fungsi kesenian dalam persaingan kompetitif dalam era digitalisasi. 2. Mendorong pemerintah setempat membuat kalender event budaya khusus yang setiap peralihan musim panen menjadikan pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul peristiwa budaya local yang ada di Jawa Barat. 3. Pengembangan dan Pemberdayaan budaya local pada Topeng Banjet Abah Pendul melalui pariwisata pertunjukan seni agar dapat mendorong daya ungkit ekonomi di tengah-tengah masyarakatnya.

Read online
File size1.06 MB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test