POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI

Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)

Latar belakang: Dermatitis adalah gangguan pada kulit yang timbul akibat alergi, infeksi, dan jamur, serta termasuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak di Kota Binjai selama periode 2021 hingga 2024. Di wilayah kerja Puskesmas Tanah Tinggi, penyakit ini menempati posisi keempat dari sepuluh jenis penyakit yang paling sering ditangani dalam dua tahun terakhir, dengan 2.038 kasus pada tahun 2023 dan 1.154 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene, riwayat kontak, kualitas fisik air bersih, dan kelayakan tempat sampah terhadap kejadian dermatitis di wilayah kerja Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Binjai. Metode: Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan menggunakan desain studi cross-sectional. Penelitian ini memiliki populasi berjumlah 67.443 jiwa. Teknik penarikan sampel dilakukan menggunakan rumus Lameshow dan diperoleh sebanyak 98 responden. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis, ditemukan terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene, riwayat kontak, kualitas fisik air bersih, dan kelayakan tempat pembuangan sampah dengan dermatitis. Kesimpulan: Penting bagi masyarakat untuk membiasakan perilaku hidup bersih, menghindari paparan zat iritan secara berlebihan, menggunakan air bersih yang memenuhi standar, serta menyediakan tempat sampah yang layak. Pemerintah diharapkan dapat menginisiasi program pencegahan dermatitis yang efektif dan berkelanjutan.

Penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene yang buruk, paparan iritan yang lama, kualitas air bersih yang rendah, dan tempat sampah yang tidak layak secara signifikan meningkatkan risiko dermatitis.Oleh karena itu, diperlukan perbaikan perilaku kebersihan pribadi, pembatasan paparan iritan, penyediaan air bersih yang memenuhi standar, serta pengelolaan sampah yang baik.Pemerintah harus menyediakan edukasi dan fasilitas yang memadai, dan penelitian lanjutan diperlukan untuk memperdalam pemahaman faktor-faktor tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program edukasi kebersihan pribadi berbasis komunitas dalam menurunkan insiden dermatitis, dengan mengukur perubahan perilaku dan angka kasus selama setahun setelah intervensi. Selain itu, diperlukan studi longitudinal untuk menilai dampak pemasangan fasilitas pengolahan air bersih terpusat pada kualitas air dan prevalensi dermatitis di daerah kerja Puskesmas Tanah Tinggi, sehingga dapat diketahui apakah peningkatan standar air berkontribusi pada penurunan kasus. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki hubungan antara penerapan sistem pengelolaan sampah tertutup (misalnya tempat sampah berpenutup dan teratur) dengan penurunan paparan iritan lingkungan serta kejadian dermatitis, menggunakan desain kohort yang melacak perubahan selama dua tahun setelah implementasi kebijakan tersebut.

Read online
File size415.52 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test