UNISMUHUNISMUH

Equilibrium: Jurnal PendidikanEquilibrium: Jurnal Pendidikan

Fokus penelitian ini mengkaji tentang . Hal yang menjadi topik kajian berkaitan dengan konsep motif ragam hias perisai pada suku Dayak Taman. Perisai pada suku Dayak Taman disebut Jabang atau Kelau. Jabang (kata sifat) berarti perisai atau pelindung yang menjaga atau yang mengayomi. Kelau (kata benda) berarti perisai sebagai benda. Sebagai benda untuk hiasan prabot rumah tangga. Bagi orang suku Dayak Taman perisai digunakan sebagai pelindung badan terhadap tombak, Mandau atau sumpit pada saat peperangan masa lalu. Melihat fungsinya sebagai pelindung badan, maka perisai harus terbuat dari bahan yang kuat, tidak mudah patah, pecah, hancur dan cukup ringan sehingga leluasa untuk digunakan. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pembacaan kritis atas teks, yaitu: (1) Buku-buku filsafat budaya yang terkait paham tentang konsep simbol motif ragam hias perisai suku Dayak Taman; (2) Artikel-artikel yang berkonsentrasi dengan kajian konsep simbol motif. Adapun temuan dalam penelitian ini bahwa konsep simbol dalam motif ragam hias yang ada pada perisai suku Dayak Taman merupakan hiasan yang dipercayai akan membawa keberuntungan bagi si pemakainya. Anyaman-anyaman digunakan untuk memperkuat perisai sekaligus untuk keindahannya. Dewasa ini, perisai telah berubah fungsinya dari alat pelindung menjadi hiasan, dari alat perang menjadi alat tarian adat. Namun demikian ada baiknya ragam hias yang ada tetap delestarikan, karena memuat pesan kebijaksanaan tentang harmoni kehidupan di alam semesta.

Simbol-simbol dalam motif ragam hias yang ada pada perisai suku Dayak Taman merupakan hiasan yang dipercayai akan membawa keberuntungan bagi si pemakainya.Anyaman-anyaman digunakan untuk memperkuat perisai sekaligus untuk keindahannya.Dewasa ini, perisai telah berubah fungsinya dari alat pelindung menjadi hiasan, dari alat perang menjadi alat tarian adat.Namun demikian ada baiknya ragam hias yang ada tetap delestarikan, karena memuat pesan kebijaksanaan tentang harmoni kehidupan di alam semesta.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi makna simbol-simbol dalam motif ragam hias perisai Dayak Taman secara lebih mendalam, dengan melibatkan tokoh adat dan masyarakat setempat sebagai narasumber utama. Hal ini penting untuk memastikan interpretasi yang akurat dan komprehensif terhadap simbol-simbol tersebut, serta untuk mendokumentasikan pengetahuan tradisional yang berpotensi hilang seiring dengan perkembangan zaman. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis perbandingan motif ragam hias perisai Dayak Taman dengan motif ragam hias perisai dari suku-suku Dayak lainnya di Kalimantan, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan, serta untuk memahami pengaruh interaksi budaya antar suku. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi pelestarian motif ragam hias perisai Dayak Taman, dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas adat. Strategi ini dapat mencakup pengembangan produk kerajinan tangan berbasis motif perisai, penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi generasi muda, serta promosi budaya Dayak Taman melalui berbagai media.

  1. The The Role of Women in The Preservation of Dayak Desa Ikat Weaving: (Study in Tapang Sambas-Tapang... doi.org/10.37329/ganaya.v6i4.2691The The Role of Women in The Preservation of Dayak Desa Ikat Weaving Study in Tapang Sambas Tapang doi 10 37329 ganaya v6i4 2691
  2. Gawai Naik Dango As A Material Of Respect To Ene' Daniang Dayak Bukit Tribe West Kalimantan | Equilibrium:... doi.org/10.26618/equilibrium.v11i3.12204Gawai Naik Dango As A Material Of Respect To Ene Daniang Dayak Bukit Tribe West Kalimantan Equilibrium doi 10 26618 equilibrium v11i3 12204
  3. Representation of cultural values in Tempuutn Senarikng of Dayak Benuaq and Tunjung tribes | Putri |... hts.org.za/index.php/hts/article/view/8091Representation of cultural values in Tempuutn Senarikng of Dayak Benuaq and Tunjung tribes Putri hts za index php hts article view 8091
  4. Ancestral Beliefs, Religious Systems and Views of Life Traditional Dayak Community | Jurnal Penelitian... doi.org/10.23917/sosial.v4i1.1628Ancestral Beliefs Religious Systems and Views of Life Traditional Dayak Community Jurnal Penelitian doi 10 23917 sosial v4i1 1628
Read online
File size811.04 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test