UADUAD

Teaching English as a Foreign Language JournalTeaching English as a Foreign Language Journal

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah dua model kelas, yaitu model berbasis diskusi dan model pertukaran peran (role‑reversal), efektif dalam meningkatkan pencapaian kosakata pada pembelajar bahasa Inggris. Model‑model yang diusulkan diuji sebagai metode yang berhasil dalam pengajaran dan pembelajaran kosakata melalui desain kuasi‑eksperimental dengan tiga kelas yang tidak dipisahkan: satu kelas kontrol (kelas A Mahasiswa Teknik Elektro) dan dua kelas eksperimen (kelas B dan C Mahasiswa Teknik Elektro). Dengan menggunakan tes menulis pra‑ dan pasca, efektivitas kedua model yang memanfaatkan dua aplikasi digital ditentukan, serta dilengkapi dengan kuesioner yang dibuat peneliti dan wawancara semi‑terstruktur untuk menilai pencapaian kosakata. Analisis kovarian menunjukkan bahwa kelas yang menekankan diskusi dan pertukaran peran lebih efektif dibandingkan yang tidak; dalam hal pertumbuhan kosakata pada tulisan ekspositori pasca‑tes, kelompok pertukaran peran juga mengungguli kelompok berbasis diskusi. Analisis lanjutan mengungkap persepsi positif dan pengalaman terhadap kelas terbalik, dengan menyoroti empat tema: dukungan instruktur, sentimen pribadi, dukungan teman sejawat, dan aktivitas di luar kelas.

Penelitian ini pertama kali membandingkan model kelas terbalik berbasis diskusi dan pertukaran peran, menunjukkan bahwa keduanya dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa asing, terutama melalui dukungan guru, fleksibilitas metode, dan partisipasi aktif siswa.Hasil menunjukkan bahwa aktivitas kelas diskusi, kolaborasi daring, video instruksional pra‑kelas, serta lingkungan belajar berpusat pada siswa memberikan dampak signifikan terhadap prestasi kosakata dan sikap siswa terhadap kosakata ekspositori.Selain itu, model pertukaran peran yang menekankan otonomi belajar tampak lebih unggul daripada model diskusi, sehingga disarankan bagi pengajar EFL untuk mempertimbangkan penerapan paradigma terbalik dalam kelas kosakata.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas model kelas terbalik berbasis diskusi dan pertukaran peran terhadap keterampilan bahasa lain, seperti pemahaman bacaan dan kemampuan berbicara, pada mahasiswa EFL. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi dampak integrasi alat digital tambahan, misalnya platform bahasa berbasis kecerdasan buatan, dalam kelas terbalik terhadap retensi kosakata jangka panjang. Selain itu, studi komparatif yang melibatkan variasi demografis yang lebih luas, termasuk perbedaan gender, jurusan studi, serta perspektif guru, dapat membantu memahami bagaimana karakteristik peserta memengaruhi keberhasilan model terbalik. Dengan menggabungkan tiga pendekatan tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang potensi dan batasan penerapan kelas terbalik dalam pembelajaran bahasa Inggris.

  1. Role-reversal and discussion-oriented models for flipping digital vocabulary achievement in English classrooms... doi.org/10.12928/tefl.v1i1.165Role reversal and discussion oriented models for flipping digital vocabulary achievement in English classrooms doi 10 12928 tefl v1i1 165
Read online
File size352.28 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test