MACHUNGMACHUNG

Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI)Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI)

Departemen Interior PT X memproduksi komponen interior bus dan minibus. Proses produksi interior masih menghasilkan produk cacat dengan enam jenis, yaitu gelembung udara, tidak tercetak 100%, double tape tidak menempel, sobek, terlalu padat/kurang padat, dan warna belang. Penelitian ini berfokus pada analisis penyebab kegagalan proses dan memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil FTA menunjukkan perlunya perbaikan untuk mengurangi cacat di Departemen Interior. Rekomendasi perbaikan meliputi pembuatan form checklist untuk memudahkan operator membersihkan matras secara rutin, pengecekan penyemprotan cairan anti lengket dua kali, pemanasan matras setiap pagi, pengocokan cat sebelum digunakan, penyemprotan cat dua kali, penempelan standar deskripsi pada setiap nomor injeksi, pembuatan jadwal perawatan mesin, penggantian cairan anti lengket dengan model lama, pengadaan timer sebagai pengingat waktu pengeringan cat, pengadaan matras dengan sensor suara, dan pengadaan generator.

Penelitian ini mengidentifikasi enam jenis cacat pada proses produksi interior PT X, yaitu gelembung udara, terlalu padat/kurang padat, sobek, double tape tidak menempel, warna belang, dan tidak tercetak 100%.Metode Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk menganalisis penyebab cacat produk yang berasal dari faktor manusia, mesin, peralatan, dan lingkungan.Perbaikan yang direkomendasikan meliputi pembuatan form checklist, pemberian keterangan standar nomor injeksi, jadwal perawatan mesin, penggantian cairan anti lengket, pengadaan timer, matras sensor suara, dan generator untuk mengurangi produk cacat.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh ergonomi tempat kerja terhadap tingkat kelelahan operator dan dampaknya terhadap kualitas produk. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengukur tingkat kelelahan operator secara berkala dan menganalisis korelasi antara tingkat kelelahan dengan jumlah produk cacat yang dihasilkan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas penerapan sistem pemeliharaan preventif berbasis kondisi (condition-based maintenance) untuk meminimalkan downtime mesin dan meningkatkan keandalan proses produksi. Studi ini dapat mengintegrasikan data sensor dari mesin untuk memprediksi potensi kerusakan dan menjadwalkan perawatan secara proaktif. Terakhir, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan sistem kontrol kualitas berbasis visual menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendeteksi cacat produk secara otomatis dan real-time, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada inspeksi manual dan meningkatkan akurasi deteksi cacat.

  1. Penerapan Metode Fault Tree Analysis Untuk Mencegah Kegagalan Pada Departemen Interior di PT X | Jurnal... doi.org/10.33479/jtiumc.v3i1.49Penerapan Metode Fault Tree Analysis Untuk Mencegah Kegagalan Pada Departemen Interior di PT X Jurnal doi 10 33479 jtiumc v3i1 49
  2. Analisis Perbaikan Kualitas Proses Produksi di PT XYZ Menggunakan Metode Fuzzy FMEA | Jurnal Sains dan... doi.org/10.33479/jtiumc.v2i1.19Analisis Perbaikan Kualitas Proses Produksi di PT XYZ Menggunakan Metode Fuzzy FMEA Jurnal Sains dan doi 10 33479 jtiumc v2i1 19
Read online
File size542.76 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test