ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Gelar: Jurnal Seni BudayaGelar: Jurnal Seni Budaya

Legenda Malin Kundang sangat populer di masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Karya sastra tradisional tersebut menarik dan dapat menjadi sumber bagi penciptaan sendratari. Penciptaan ini dimulai dengan menafsirkan kembali cerita Malin Kundang; interpretasi menjadi prioritas demi pertunjukan yang lebih menonjolkan makna. Diperlukan pendekatan teoretis dalam proses penciptaan, menggunakan teori kreativitas yang mencakup sifat keaslian (originalitas), kelancaran, kelenturan, dan elaborasi, yaitu kemampuan menyelesaikan detail atau bagian konsep. Hasil penelitian meliputi: 1) menelaah cerita asli legenda Malin Kundang, 2) menafsirkan kembali legenda Malin Kundang, 3) menyusun naskah yang sesuai dengan pola pikir penonton dan pemain, 4) memilih atau menciptakan tarian yang sesuai dengan cerita, 5) proses pembentukan karya.

Proses penciptaan sendratari Malin Kundang merupakan upaya menafsir ulang legenda Minangkabau, menghasilkan makna dan bentuk yang berbeda dari karya sebelumnya.Tidak bertujuan membenarkan legenda, melainkan menyediakan alternatif dalam seni pertunjukan.Masih terdapat banyak peluang untuk pengembangan tafsir legenda tersebut, sehingga karya berbasis Malin Kundang dapat terus dikembangkan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana persepsi penonton non‑Minangkabau terhadap nilai moral legenda Malin Kundang ketika dipentaskan dalam bentuk sendratari yang menggabungkan tarian tradisional Minangkabau dan elemen teater Barat, dengan menggunakan metode survei kualitatif dan analisis isi. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan antara proses kreatif yang diterapkan dalam penciptaan sendratari Malin Kundang di Sanggar Pincuk Balekambang dengan proses kreatif pada karya sendratari lain yang berbasis legenda daerah lain, untuk mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan inovasi seni pertunjukan. Selain itu, penelitian longitudinal dapat meneliti dampak partisipasi anak‑anak usia taman kanak‑kanak hingga remaja dalam proses penciptaan dan penampilan sendratari terhadap perkembangan kreativitas, rasa percaya diri, dan pemahaman budaya mereka, dengan pendekatan observasi terstruktur dan wawancara mendalam. Penelitian‑penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan seni pertunjukan tradisional yang relevan dengan masyarakat modern. Pendekatan evaluasi kritis terhadap aspek estetika dan naratif dalam sendratari dapat dilakukan dengan metode analisis semi‑otonomik, sehingga dapat mengukur sejauh mana interpretasi ulang legenda memperkaya pengalaman estetis penonton. Akhirnya, studi eksperimental yang membandingkan efektivitas metode pembelajaran berbasis sendratari dengan metode konvensional dalam mengajarkan nilai‑nilai moral kepada anak‑anak dapat mengungkap potensi pedagogis dari seni pertunjukan tradisional.

Read online
File size228.77 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test