UNIRAYAUNIRAYA
Jurnal Panah HukumJurnal Panah HukumOpiates are pain relievers, also called psychotropics. Nonetheless, numerous people misuse these opiates, with the eventual result of perpetrating criminal demonstrations. Since drug crimes are considered extraordinary, they must also be dealt with and eradicated in an extraordinary manner. In any case, judges have made numerous lawful leaps in giving over criminal choices for opiates wrongdoings that are not in light of legal guidelines. One of these choices is Pasir Pengaraian Locale Court choice number 415/Pid. Sus/2020/PN Prp, where the culprit in this choice was condemned to a sentence other than the incrimination of the public examiner. As a result, the goal of this study is to determine and examine the penalties for drug offenders who do not face an indictment from the public prosecutor (decision study number 415/Pid. Sus/2020/PN Prp). This exploration utilizes a sort of regularizing lawful examination, utilizing optional information comprising essential legitimate materials, auxiliary legitimate materials, and tertiary lawful materials, and utilizing the legal administrative methodology, case approach, and insightful methodology with subjective information investigation. In view of the examination discoveries and conversation, it very well may be presumed that the conviction of culprits of opiates wrongdoings is past the incrimination of the public examiner (choice review number 415/Pid. Sus/2020/PN Prp), in particular that in view of the court preliminary, the respondent was not lawfully and convincingly demonstrated to have carried out the wrongdoing. criminal allegations charged by the public examiner in both Article 114, Section 1 of the Law on Opiates, and Article 112, Paragraph 1 of the Law on Opiates. Be that as it may, the adjudicator gave over a criminal choice in view of Article 127 letter an of the Opiates Regulation, where Article 127 letter a was not charged by the public examiner. Accordingly, the writer disagrees with the adjudicators choice on the grounds that, juridically, the choice given over by the appointed authority harms legitimate assurance because of deviations from Article 182 passage (4) of the Criminal Method Code and a few other laws. The author proposes that any criminal decision made by a judge must be based on the evidence in the public prosecutors indictment.
Dari temuan putusan tersebut, penelusuran dan perbincangan pencipta beranggapan bahwa pendisiplinan terhadap pelaku pelanggaran narkotika sudah melewati dakwaan pemeriksa umum (konsentrasi nomor 415/Pid.Sus/2020/PN Prp), yakni mengingat Dalam persidangan pendahuluan, tergugat tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum yang didakwakan oleh pemeriksa terbuka baik dalam dakwaan Pasal 114 ayat (1) UU Opiat maupun Pasal 112 ayat (1) UU Opiat.Meski demikian, hakim mengabulkan pilihan pidana dengan memperhatikan Pasal 127 huruf a Peraturan Opiat, dimana Pasal 127 huruf a tidak didakwakan oleh pemeriksa umum.Oleh karena itu, penulis tidak sependapat dengan pilihan hakim tersebut dengan alasan, secara yuridis, pilihan yang diberikan oleh penguasa yang ditunjuk merugikan kepastian hukum karena menyimpang dari Pasal 182 ayat (4) KUHP dan beberapa undang-undang lainnya.Penulis mengusulkan agar setiap putusan pidana yang diambil oleh hakim harus didasarkan pada bukti-bukti yang tercantum dalam surat dakwaan penuntut umum.
Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang peran hakim dalam memutus perkara pidana, khususnya terkait dengan bukti-bukti yang digunakan dalam persidangan. Kedua, penelitian tentang penerapan hukum acara pidana dalam kasus-kasus narkotika dapat dilakukan untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan adil dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ketiga, penelitian tentang dampak putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana narkotika dan masyarakat dapat dilakukan untuk memahami implikasi sosial dan hukum dari putusan tersebut.
| File size | 447.4 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
HTPHTP Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat, namun masih menghadapiPenelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat, namun masih menghadapi
HTPHTP Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara distribusi dan penggunaan karya cipta di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara distribusi dan penggunaan karya cipta di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
HTPHTP Fokus utama dari penelitian ini terletak pada evaluasi efektivitas dari regulasi hukum yang berlaku, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-UndangFokus utama dari penelitian ini terletak pada evaluasi efektivitas dari regulasi hukum yang berlaku, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang
YASIN ALSYSYASIN ALSYS Moreover, there is a prevailing perception of the substantial impact of these strategies on improving the public image of the police force, highlightingMoreover, there is a prevailing perception of the substantial impact of these strategies on improving the public image of the police force, highlighting
PUBMEDIAPUBMEDIA Implementasi keadilan restoratif tidak selalu berjalan mulus dan menghadapi berbagai hambatan. Koordinasi yang lebih baik antara lembaga-lembaga terkait,Implementasi keadilan restoratif tidak selalu berjalan mulus dan menghadapi berbagai hambatan. Koordinasi yang lebih baik antara lembaga-lembaga terkait,
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER 2) Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan. 3) Surat Edaran Kapolri Nomor SE/8/VII/2018 tentang Pelaksanaan Restorative Justice dalam Penyelesaian2) Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan. 3) Surat Edaran Kapolri Nomor SE/8/VII/2018 tentang Pelaksanaan Restorative Justice dalam Penyelesaian
PUBMEDIAPUBMEDIA 1/PNPS/1965, lemahnya pemahaman aparat terhadap pendekatan korektif, dan ketiadaan pedoman teknis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan1/PNPS/1965, lemahnya pemahaman aparat terhadap pendekatan korektif, dan ketiadaan pedoman teknis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan
UNSURUNSUR Dengan demikian pihak yang pihak yang menggunakan dokumen palsu yang tidak mengetahui dokumen tersebut palsu, dengan menggunakan penegakan restorativeDengan demikian pihak yang pihak yang menggunakan dokumen palsu yang tidak mengetahui dokumen tersebut palsu, dengan menggunakan penegakan restorative
Useful /
STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi media Pajello terhadap peningkatan kompetensi baca tulis Al-Quran pada anak di Kabupaten Bone. PermasalahanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi media Pajello terhadap peningkatan kompetensi baca tulis Al-Quran pada anak di Kabupaten Bone. Permasalahan
UNIRAYAUNIRAYA 000.000 (dua juta rupiah) atas perbuatan yang dilakukannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum sosiologis dengan metode pendekatan-pendekatan000.000 (dua juta rupiah) atas perbuatan yang dilakukannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum sosiologis dengan metode pendekatan-pendekatan
UMSUMS Keberhasilan sistem memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi pendaftaran online di Puskesmas Manisa, Kabupaten Sidenreng Rappang.Keberhasilan sistem memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi pendaftaran online di Puskesmas Manisa, Kabupaten Sidenreng Rappang.
UNIRAYAUNIRAYA Kajian ini mengkaji apakah norma mengenai unsur kerugian dalam tindak pidana pemalsuan surat yang dituangkan dalam Pasal 263 KUHP bersifat pasti atau rancu.Kajian ini mengkaji apakah norma mengenai unsur kerugian dalam tindak pidana pemalsuan surat yang dituangkan dalam Pasal 263 KUHP bersifat pasti atau rancu.