UMMUMM
Jurnal Teknik IndustriJurnal Teknik IndustriPenelitian ini menerapkan konsep tata letak berkelanjutan pada industri manufaktur dengan mengintegrasikan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam proses produksi. Tujuan utama adalah merancang tata letak berkelanjutan untuk industri produksi kemasan plastik, menggunakan metode TOPSIS untuk memilih Activity Relation Chart (ARC) yang terintegrasi dengan prosedur Systematic Layout Planning. Studi kasus pada industri kemasan plastik di Indonesia menunjukkan bahwa desain tata letak berkelanjutan yang diusulkan secara signifikan mengurangi jarak penanganan material dibandingkan tata letak awal, membuktikan potensi besar pendekatan SLP dan TOPSIS dalam merancang tata letak yang menggabungkan prinsip keberlanjutan secara efektif.
Penelitian berhasil mencapai tujuan utama dengan merancang proposal tata letak berkelanjutan yang meningkatkan layout perusahaan.Pendekatan yang menggabungkan Systematic Layout Planning dan TOPSIS sebagai alat evaluasi ARC menghasilkan tata letak yang lebih optimal dengan mengurangi jarak penanganan material secara signifikan.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada pemilihan kriteria ARC dan tidak mempertimbangkan hubungan antar‑kriteria, sehingga penelitian selanjutnya disarankan memperluas dan mengintegrasikan kriteria serta memperhitungkan interkoneksi antar‑kriteria untuk rekomendasi yang lebih akurat dan berkelanjutan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan metode pengambilan keputusan multikriteria seperti fuzzy AHP atau ANP yang memperhitungkan interdependensi antar‑kriteria untuk meningkatkan proses pemilihan ARC dalam perancangan tata letak berkelanjutan. Selain itu, integrasi pendekatan SLP‑TOPSIS dengan simulasi discrete event atau analisis siklus hidup (LCA) dapat diuji pada berbagai sektor manufaktur guna menilai dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial secara lebih holistik. Selanjutnya, adaptasi metode SLP‑TOPSIS pada tata letak dinamis yang mampu menanggapi perubahan permintaan produksi dan variasi proses dalam konteks industri 4.0 perlu dikembangkan untuk meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasional. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya literatur tentang desain tata letak berkelanjutan serta memberikan panduan praktis bagi industri dalam mengoptimalkan penggunaan ruang, mengurangi biaya penanganan material, dan meminimalkan dampak lingkungan.
- Redesign of Facilities Layout Using Systematic Layout Planning (SLP) on Manufacturing Company: A Case... doi.org/10.1088/1757-899X/1096/1/012026Redesign of Facilities Layout Using Systematic Layout Planning SLP on Manufacturing Company A Case doi 10 1088 1757 899X 1096 1 012026
- Sustainable Layout Design Based on Integrated Systematic Layout Planning and TOPSIS: A Case Study | Jurnal... ejournal.umm.ac.id/index.php/industri/article/view/28193Sustainable Layout Design Based on Integrated Systematic Layout Planning and TOPSIS A Case Study Jurnal ejournal umm ac index php industri article view 28193
- Evaluation and Performance Analysis using ANP and TOPSIS Algorithm - IOPscience. evaluation performance... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/2394/1/012005Evaluation and Performance Analysis using ANP and TOPSIS Algorithm IOPscience evaluation performance iopscience iop article 10 1088 1742 6596 2394 1 012005
- Radware Bot Manager Captcha. radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1742-6596/1845/1/012015Radware Bot Manager Captcha radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1742 6596 1845 1 012015
| File size | 802.09 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
FEB UMIFEB UMI Penelitian ini dapat menunjukkan bahwa QC tidak hanya berfungsi sebagai alatinspeksi akhir, tetapi memiliki peran strategis dalam mendukung efisiensi operasional,Penelitian ini dapat menunjukkan bahwa QC tidak hanya berfungsi sebagai alatinspeksi akhir, tetapi memiliki peran strategis dalam mendukung efisiensi operasional,
UMNUMN Perusahaan manufaktur dengan likuiditas rendah dan leverage rendah memiliki peluang lebih tinggi mengalami distress keuangan.meningkatkan efisiensi pendapatanPerusahaan manufaktur dengan likuiditas rendah dan leverage rendah memiliki peluang lebih tinggi mengalami distress keuangan.meningkatkan efisiensi pendapatan
PPSDPPPSDP Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan data panel dari 34 provinsi. Data sekunder diperoleh dari sumber terbuka resmi, termasuk Badan PusatPendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan data panel dari 34 provinsi. Data sekunder diperoleh dari sumber terbuka resmi, termasuk Badan Pusat
PresUnivPresUniv Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, kerjasama sister province ini berpotensi menjadi model paradiplomasiDengan pendekatan yang lebih terstruktur dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, kerjasama sister province ini berpotensi menjadi model paradiplomasi
IBSIBS Data diolah menggunakan aplikasi Eviews v. 10. Pengujian hipotesis menggunakan uji parsial (uji statistik t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PerputaranData diolah menggunakan aplikasi Eviews v. 10. Pengujian hipotesis menggunakan uji parsial (uji statistik t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perputaran
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan dari penelitian ini bahwa rasio likuiditas, rasio leverage, rasio profitabilitas,Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan dari penelitian ini bahwa rasio likuiditas, rasio leverage, rasio profitabilitas,
JMAN UPIYPTKJMAN UPIYPTK Pada tahun 2021, sektor industri mencatat PDB sebesar Rp2. 946,9 triliun, meningkat dari tahun 2020 yang mencapai Rp2. 760,43 triliun. Indikator-indikatorPada tahun 2021, sektor industri mencatat PDB sebesar Rp2. 946,9 triliun, meningkat dari tahun 2020 yang mencapai Rp2. 760,43 triliun. Indikator-indikator
UMBUMB Peningkatan pasar mobil sebesar 17% pada tahun 2020 dan kebijakan perdagangan bebas ASEAN yang hanya memberi tarif impor 5% menyebabkan persaingan ketatPeningkatan pasar mobil sebesar 17% pada tahun 2020 dan kebijakan perdagangan bebas ASEAN yang hanya memberi tarif impor 5% menyebabkan persaingan ketat
Useful /
UIGMUIGM BAP termasuk dalam kategori rendah, yaitu H=0, H=0, dan H=0,69 masing-masing. Berdasarkan nilai-nilai ini, kondisi hutan/vegetasi di PT. BAP mengalamiBAP termasuk dalam kategori rendah, yaitu H=0, H=0, dan H=0,69 masing-masing. Berdasarkan nilai-nilai ini, kondisi hutan/vegetasi di PT. BAP mengalami
UIGMUIGM sarawakensis, kami menyusun distribusi spesies dari laporan yang dikonfirmasi dan pengamatan kami. Studi ini menunjukkan L. sarawakensis dicatat jauh darisarawakensis, kami menyusun distribusi spesies dari laporan yang dikonfirmasi dan pengamatan kami. Studi ini menunjukkan L. sarawakensis dicatat jauh dari
JMAN UPIYPTKJMAN UPIYPTK Teknik yang digunakan untuk menganalisis data ini menggunakan uji t, uji F, uji determinasi dan persamaan regresi berganda dengan menggunakan SPSS versiTeknik yang digunakan untuk menganalisis data ini menggunakan uji t, uji F, uji determinasi dan persamaan regresi berganda dengan menggunakan SPSS versi
JMAN UPIYPTKJMAN UPIYPTK Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia berdampak pada semua sektor, termasuk sektor pendidikan. Proses pembelajaran tidak bisa lagi dilakukan secaraPandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia berdampak pada semua sektor, termasuk sektor pendidikan. Proses pembelajaran tidak bisa lagi dilakukan secara