PPSDPPPSDP
PPSDP International Journal of EducationPPSDP International Journal of EducationPenelitian ini mengkaji dampak kebijakan tarif impor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 2010–2024, dengan tujuan memberikan dasar empiris bagi perancangan strategi tarif adaptif yang menyeimbangkan efisiensi dan perlindungan industri. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan data panel dari 34 provinsi. Data sekunder diperoleh dari sumber terbuka resmi, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), World Integrated Trade Solution (WITS), dan Bank Dunia. Analisis memanfaatkan Model Efek Tetap dan Efek Acak, dengan uji Hausman menentukan spesifikasi optimal. Hasil menunjukkan bahwa tarif impor yang lebih tinggi menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan meningkatkan biaya input dan menurunkan produktivitas industri. Investasi dan ekspor memberikan efek positif, sementara depresiasi nilai tukar berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan, khususnya pada sektor yang bergantung pada impor. Tarif sedang dapat berperan strategis dalam melindungi industri berkembang yang berkontribusi pada transformasi struktural dan daya saing jangka panjang. Temuan menekankan perlunya kebijakan tarif adaptif yang menurunkan tarif pada bahan mentah dan barang modal sekaligus mempertahankan perlindungan moderat untuk sektor strategis seperti manufaktur dan agro‑proses. Kebijakan tersebut dapat meningkatkan produktivitas, menarik investasi, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian ini memperkaya literatur dengan menggabungkan data panel tingkat provinsi dan kerangka ekonometrik yang kuat untuk mengukur efek penyesuaian tarif terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menjembatani teori dan kebijakan dengan menunjukkan bagaimana liberalisasi selektif, berlandaskan dinamika pertumbuhan endogen, dapat mengoptimalkan strategi perdagangan Indonesia untuk pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan tarif impor memiliki dampak negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2010–2024, karena tarif yang tinggi meningkatkan biaya produksi dan membatasi akses bahan impor, sehingga menurunkan produktivitas industri.Penurunan tarif secara selektif, khususnya pada bahan mentah dan barang modal, dapat meningkatkan efisiensi serta merangsang investasi sesuai dengan teori pertumbuhan endogen.Oleh karena itu, diperlukan strategi tarif adaptif yang membedakan tingkat tarif antar sektor, mengintegrasikan kebijakan tarif dengan promosi investasi dan ekspor, serta melakukan evaluasi kebijakan secara reguler berdasarkan data empiris.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana variasi tarif impor memengaruhi sektor‑sektor industri tertentu di tiap provinsi, sehingga dapat menjawab pertanyaan: apakah tarif yang berbeda menghasilkan efek pertumbuhan yang signifikan pada industri manufaktur dibandingkan dengan sektor agrikultur? Selanjutnya, perlu dilakukan analisis dinamis mengenai interaksi antara tarif impor dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang, dengan fokus pada apakah fluktuasi nilai tukar memperkuat atau melemahkan efek tarif terhadap produktivitas daerah setelah tahun 2024. Selain itu, penelitian dapat menguji efektivitas kebijakan tarif adaptif melalui studi kasus kebijakan evaluasi reguler berbasis data empiris, guna menilai sejauh mana penyesuaian tarif yang ditargetkan pada bahan mentah dan barang modal meningkatkan investasi dan ekspor di provinsi‑provinsi dengan tingkat ketergantungan impor tinggi. Dengan memperluas cakupan waktu penelitian hingga dekade berikutnya, studi tersebut juga dapat mengidentifikasi perubahan struktural yang terjadi setelah implementasi kebijakan tarif baru.
- Increasing Returns and Long-Run Growth | Journal of Political Economy: Vol 94, No 5. increasing returns... journals.uchicago.edu/doi/10.1086/261420Increasing Returns and Long Run Growth Journal of Political Economy Vol 94 No 5 increasing returns journals uchicago edu doi 10 1086 261420
- 0. loading academic.oup.com/wber/article/22/2/187/17368990 loading academic oup wber article 22 2 187 1736899
- 0. loading academic.oup.com/ej/article/108/447/383-398/51285520 loading academic oup ej article 108 447 383 398 5128552
| File size | 136.55 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU The studys findings demonstrate that efficiency from an Islamic economic perspective is not solely oriented toward optimizing resources, but rather towardThe studys findings demonstrate that efficiency from an Islamic economic perspective is not solely oriented toward optimizing resources, but rather toward
STIM LPISTIM LPI Telkom, yang seluruhnya dijadikan sampel. Penelitian ini menggunakan variabel pengembangan karier dan kinerja, dengan indikator peluang promosi, pelatihanTelkom, yang seluruhnya dijadikan sampel. Penelitian ini menggunakan variabel pengembangan karier dan kinerja, dengan indikator peluang promosi, pelatihan
GOLDENRATIOGOLDENRATIO The results show that local fish-based product innovation, cost-based pricing, and promotion through social media are the main factors in building theThe results show that local fish-based product innovation, cost-based pricing, and promotion through social media are the main factors in building the
JIMF BIJIMF BI Terlepas dari beberapa tantangan dalam pengumpulan data, beberapa hal positif dari responden menunjukkan Sharia Hospital mampu memberikan layanan kesehatanTerlepas dari beberapa tantangan dalam pengumpulan data, beberapa hal positif dari responden menunjukkan Sharia Hospital mampu memberikan layanan kesehatan
NEWINERANEWINERA This effort is expected to be a solution to increase local MSME income, reduce dependence on imported materials, and preserve local wisdom. The purposeThis effort is expected to be a solution to increase local MSME income, reduce dependence on imported materials, and preserve local wisdom. The purpose
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Faktor-faktor yang terbukti berpengaruh probabilitas terhadap kesejahteraan rumah tangga nelayan meliputi jumlah tanggungan keluarga dan status penerimaFaktor-faktor yang terbukti berpengaruh probabilitas terhadap kesejahteraan rumah tangga nelayan meliputi jumlah tanggungan keluarga dan status penerima
UMSJUMSJ Sebuah inovasi harus mempunyai keunggulan dan nilai lebih dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Selalu ada sebuah nilai kebaruan yang melekat dalam inovasiSebuah inovasi harus mempunyai keunggulan dan nilai lebih dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Selalu ada sebuah nilai kebaruan yang melekat dalam inovasi
UNIKOMUNIKOM Kerjasama tim, motivasi, dan kepuasan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, ketiga variabelKerjasama tim, motivasi, dan kepuasan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, ketiga variabel
Useful /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Perlakuan disusun dalam 7 taraf pemupukan yaitu: tanpa pemupukan anorganik yang diuji (P0), pemupukan anorganik pembanding (P1), 0,5 dosis (117 kg/ha)Perlakuan disusun dalam 7 taraf pemupukan yaitu: tanpa pemupukan anorganik yang diuji (P0), pemupukan anorganik pembanding (P1), 0,5 dosis (117 kg/ha)
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi. Petak utama media dan pupuk terdiri dari: kombinasi media tanam tanah 50%:Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi. Petak utama media dan pupuk terdiri dari: kombinasi media tanam tanah 50%:
JIMF BIJIMF BI Penulis menyimpulkan bahwa pembuat kebijakan harus berhati-hati dalam merancang dan menerapkan kebijakan ESG, memastikan bahwa kebijakan tersebut disesuaikanPenulis menyimpulkan bahwa pembuat kebijakan harus berhati-hati dalam merancang dan menerapkan kebijakan ESG, memastikan bahwa kebijakan tersebut disesuaikan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Setiap pengolahan 1 kg nira kelapa, rata-rata dihasilkan 0,19 kg gula. Industri gula ini memberikan nilai tambah sebesar Rp 2. 612 per kg atau sebesarSetiap pengolahan 1 kg nira kelapa, rata-rata dihasilkan 0,19 kg gula. Industri gula ini memberikan nilai tambah sebesar Rp 2. 612 per kg atau sebesar