UBYUBY

Tropical Animal ScienceTropical Animal Science

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dua varietas sorgum dan level protein dalam complete feed. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 2 x 2, melibatkan dua varietas sorgum, yaitu BMR dan Super-2, yang diformulasikan ke dalam complete feed dengan dua level protein berbeda (8% dan 11%), kemudian difermentasi selama 7 hari. Analisis terhadap sampel complete feed fermentasi dilakukan untuk mengamati karakteristik fisik seperti aroma, warna, tekstur, dan pertumbuhan jamur, serta parameter kimia seperti kadar bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), lemak kasar (LK), dan serat kasar (SK). Hasil analisis menunjukkan bahwa complete feed fermentasi yang disusun menggunakan varietas sorgum BMR memberikan kualitas fisik (warna, tekstur, dan keberadaan jamur) serta kualitas kimia (kadar bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat kasar, dan lemak kasar) yang lebih unggul secara signifikan (P<0,05) dibandingkan dengan varietas Super-2. Selain itu, complete feed dengan level protein 11% menunjukkan mutu fisik (warna dan jamur) dan kimia (kadar BK, BO, PK, SK, dan LK) yang lebih baik secara signifikan (P<0,05) dibandingkan dengan level protein 8%.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi varietas sorgum BMR dan level protein kasar 11% menghasilkan kualitas fisik dan kimia complete feed fermentasi yang terbaik.Complete feed berbasis sorgum BMR menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan varietas Super-2, terutama dalam hal warna, tekstur, dan keberadaan jamur.Peningkatan level protein kasar hingga 11% juga secara signifikan meningkatkan kualitas fisik dan kimia complete feed.Kombinasi ini dapat dipertimbangkan untuk pengembangan formulasi pakan fermentasi yang efisien, stabil, dan bernutrisi tinggi bagi ternak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas penggunaan complete feed fermentasi berbasis sorgum BMR dengan level protein 11% terhadap pertumbuhan dan kinerja produksi ternak, seperti berat badan, konversi pakan, dan produksi susu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi dan karakterisasi mikroorganisme yang berperan penting dalam proses fermentasi sorgum, serta optimasi kondisi fermentasi untuk meningkatkan kualitas produk akhir. Ketiga, studi lebih mendalam diperlukan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan sumber serat atau prebiotik tertentu ke dalam complete feed fermentasi terhadap kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh ternak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi pemanfaatan sorgum sebagai bahan baku pakan ternak yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi, serta memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi peternakan.

  1. Productivity, Nutrient Composition, and Hydrocyanic Acid Concentration of Super-2 Forage Sorghum at Different... journal.ipb.ac.id/index.php/tasj/article/view/24767Productivity Nutrient Composition and Hydrocyanic Acid Concentration of Super 2 Forage Sorghum at Different journal ipb ac index php tasj article view 24767
  2. Assessing the nutritional composition of sweet corn (zea mays l. var. saccharata) stover and kernel corn... archive.aessweb.com/index.php/5003/article/view/4907Assessing the nutritional composition of sweet corn zea mays l var saccharata stover and kernel corn archive aessweb index php 5003 article view 4907
  3. SOLID SUBSTRATE FERMENTATION OF SAGO WASTE AND ITS EVALUATION AS FEED INGREDIENT FOR RED HYBRID TILAPIA... doi.org/10.55230/MABJOURNAL.V50I1.15SOLID SUBSTRATE FERMENTATION OF SAGO WASTE AND ITS EVALUATION AS FEED INGREDIENT FOR RED HYBRID TILAPIA doi 10 55230 MABJOURNAL V50I1 15
Read online
File size628.67 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test