UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA

PROSIDING SAFANAPROSIDING SAFANA

Propolis merupakan produk lebah berupa resin yang dikumpulkan dari tumbuhan, dicampur dengan saliva dan enzim lebah, lalu digunakan untuk membangun sarang. Propolis memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti antioksidan, antifungi, antikanker, antivirus, dan antibiotik. Selain itu, propolis mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Karena kandungannya yang bermanfaat, propolis kini populer sebagai makanan kesehatan dan pengobatan alternatif di berbagai negara. Propolis dari lebah Trigona sp telah banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Balikpapan; namun karakteristik fisikokimianya belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisikokimia ekstrak propolis Trigona sp asal Balikpapan. Parameter spesifik yang diuji meliputi skrining fitokimia, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, dan uji organoleptis. Parameter nonspesifik meliputi kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar air/susut pengeringan, serta penetapan kadar flavonoid total. Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan variasi konsentrasi 40, 60, 80, dan 100 ppm. Hasil rata-rata kadar flavonoid dalam ekstrak propolis Trigona sp sebesar 256,73 mg QE/g sampel ±6,23%.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak propolis trigona sp asal Balikpapan diketahui mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid/steroid, dengan kadar sari larut air 15,87 1,62, kadar sari larut etanol 17,47 2,20, kadar air 2,17 0,29, kadar abu total 1,5 0,5, penetapan kadar flavonoid total ekstrak propolis trigona sp menggunakan metode spektrofotometri didapatkan nilai rata-rata kadar flavonoid yaitu 256,73 6,17 mg/g sampel.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut aktivitas biologis propolis Trigona sp, seperti antioksidan, antifungi, antikanker, antivirus, dan antibiotik, serta mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut. (2) Meneliti lebih mendalam hubungan antara karakteristik fisikokimia propolis dengan aktivitas biologisnya, termasuk pengaruh faktor geografis, jenis pakan lebah, dan kondisi lingkungan. (3) Mengembangkan metode ekstraksi yang lebih efisien dan selektif untuk mengisolasi senyawa aktif propolis, seperti flavonoid, dan mengevaluasi efeknya terhadap aktivitas biologis propolis.

Read online
File size447.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test