UBYUBY
Tropical Animal ScienceTropical Animal SciencePenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan tepung maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai substitusi sebagian ransum komersial terhadap kualitas fisik telur puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica). Studi dilakukan dengan menggunakan 100 ekor puyuh betina yang ditempatkan dalam 20 sekat kandang, masing-masing berisi 5 ekor. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dengan empat perlakuan level tepung maggot (0%, 5%, 10%, dan 15%) serta lima ulangan. Pakan disusun berdasarkan prinsip iso protein agar kandungan protein seimbang di setiap perlakuan. Parameter yang diamati meliputi indeks kuning telur, indeks putih telur, Haugh Unit, berat telur, berat cangkang, dan ketebalan cangkang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 10% tepung maggot menghasilkan indeks kuning telur tertinggi, mengindikasikan rasio protein dan lemak yang paling mendukung pembentukan kuning telur. Sementara itu, indeks putih telur dan Haugh Unit tertinggi justru diperoleh dari perlakuan tanpa tepung maggot, menunjukkan bahwa pakan komersial standar lebih optimal dalam mempertahankan kualitas albumen. Berat telur, berat cangkang, dan ketebalan cangkang tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan penambahan 5% tepung maggot, menandakan level ini sebagai kombinasi yang paling ideal untuk mendukung pembentukan massa dan kekuatan cangkang telur. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung maggot BSF pada level 5% dalam pakan puyuh petelur memberikan pengaruh paling optimal terhadap kualitas fisik telur tanpa mengurangi kualitas interior secara signifikan.
Penggunaan tepung maggot Black Soldier Fly (BSF) pada tingkat 5% dalam ransum puyuh petelur meningkatkan kualitas fisik telur, terutama berat telur, berat cangkang, dan ketebalan cangkang, tanpa mengurangi signifikan kualitas interior.Formulasi pakan yang seimbang antara protein, lemak, kalsium, dan energi sangat penting untuk mengoptimalkan kualitas telur.Penelitian ini menunjukkan potensi tepung maggot sebagai sumber pakan alternatif yang efektif dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang pengaruh variasi level tepung maggot BSF terhadap kualitas telur dalam jangka panjang untuk memahami dampak jangka panjang pada kesehatan puyuh dan kualitas telur. Kedua, studi tentang penggunaan tepung maggot dalam ransum untuk spesies unggas lainnya, seperti ayam atau burung puyuh, untuk mengevaluasi efektivitasnya secara lebih luas. Ketiga, penelitian tentang optimasi kandungan nutrisi tepung maggot, seperti asam amino esensial dan mineral, untuk meningkatkan kualitas telur secara lebih spesifik, terutama dalam konteks produksi skala besar.
| File size | 519.95 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB mendominasi pada kelompok P2 dan P5. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik komersial dan tepung maggot dosis 100% belummendominasi pada kelompok P2 dan P5. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik komersial dan tepung maggot dosis 100% belum
UBYUBY Limbah jeruk nipis memiliki potensi sebagai feed additive bagi unggas, namun penggunaannya terhambat oleh kadar serat pektin yang tinggi sehingga dapatLimbah jeruk nipis memiliki potensi sebagai feed additive bagi unggas, namun penggunaannya terhambat oleh kadar serat pektin yang tinggi sehingga dapat
UBYUBY Kesadaran peternak terhadap pentingnya vaksinasi cukup baik, namun pelaksanaan teknisnya masih sangat bergantung pada pemerintah dan penyuluh. Hasil penelitianKesadaran peternak terhadap pentingnya vaksinasi cukup baik, namun pelaksanaan teknisnya masih sangat bergantung pada pemerintah dan penyuluh. Hasil penelitian
UBYUBY Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi minyak maggot (Hermetia illucens) dalam ransum terhadap performa ayam petelur, khususnyaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi minyak maggot (Hermetia illucens) dalam ransum terhadap performa ayam petelur, khususnya
UBYUBY Dengan kata lain, meskipun daun kelor diketahui mengandung protein dan serat dalam jumlah tinggi, formulasi dan dosis yang digunakan dalam penelitian iniDengan kata lain, meskipun daun kelor diketahui mengandung protein dan serat dalam jumlah tinggi, formulasi dan dosis yang digunakan dalam penelitian ini
UBYUBY Rincian perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut: P0 = air minum tanpa larutan eco enzyme lidah buaya; P1 = air minum 1% larutan eco enzyme lidahRincian perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut: P0 = air minum tanpa larutan eco enzyme lidah buaya; P1 = air minum 1% larutan eco enzyme lidah
UBYUBY Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak daun rosemary pada susu kambing pasteurisasi mempengaruhi kualitas kimia yang dilaksanakan di UniversitasHasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak daun rosemary pada susu kambing pasteurisasi mempengaruhi kualitas kimia yang dilaksanakan di Universitas
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Jenis kemasan terbaik untuk tempe berbahan sorgum adalah kemasan daun pisang dengan lama fermentasi 3 hari (kadar protein 10. Mutu tempe sorgum pada fermentasiJenis kemasan terbaik untuk tempe berbahan sorgum adalah kemasan daun pisang dengan lama fermentasi 3 hari (kadar protein 10. Mutu tempe sorgum pada fermentasi
Useful /
IPBIPB Sampel air kolam budidaya (E9, E10, F9, F10 dan F11) diambil secara berkala untuk mengukur parameter fisikokimia utama, seperti suhu, pH, DO, amonia (NH3),Sampel air kolam budidaya (E9, E10, F9, F10 dan F11) diambil secara berkala untuk mengukur parameter fisikokimia utama, seperti suhu, pH, DO, amonia (NH3),
IPBIPB Benih kakap putih yang digunakan berukuran panjang rata-rata 2,82 ± 0,41 cm dan berat rata-rata 0,53± 0,08 g. Padat tebar yaitu 2 ekor/L. Benih kakapBenih kakap putih yang digunakan berukuran panjang rata-rata 2,82 ± 0,41 cm dan berat rata-rata 0,53± 0,08 g. Padat tebar yaitu 2 ekor/L. Benih kakap
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Dosis Mikoriza sebanyak 30 g memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah komponen produksi, jumlah malai, jumlah gabah, dan gabah berisi dengan rata-rataDosis Mikoriza sebanyak 30 g memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah komponen produksi, jumlah malai, jumlah gabah, dan gabah berisi dengan rata-rata
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Tanah salin merupakan salah satu masalah serius dalam budidaya tanaman berkelanjutan. Pemanfaatan mikroorganisme *Trichoderma harzianum* yang berperanTanah salin merupakan salah satu masalah serius dalam budidaya tanaman berkelanjutan. Pemanfaatan mikroorganisme *Trichoderma harzianum* yang berperan