MAYADANIMAYADANI

Masyarakat Berdaya dan InovasiMasyarakat Berdaya dan Inovasi

Program ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan/pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas sumber daya manusia pengurus dan anggota Bank Sampah Kalen Duit, serta mengembangkan kader wirausaha, jaringan/mitra, dan adopsi teknologi di dalam organisasi dan anggotanya. Solusi yang diusulkan adalah penerapan Model Inkubator Kewirausahaan Hijau. Program ini mendorong Bank Sampah Kalen Duit untuk mengadopsi tiga pilar model inkubator kewirausahaan hijau: kewirausahaan hijau, kelembagaan hijau, dan bisnis hijau. Sesuai dengan model ini, kegiatan pengabdian masyarakat meliputi peningkatan kesadaran, pelatihan, benchmarking, dan pendampingan dalam merintis konektivitas dan jaringan kelembagaan lokal, modernisasi tata kelola, adopsi teknologi, dan diversifikasi produk hijau. Program ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, motivasi belajar, dan literasi bisnis anggota Bank Sampah Kalen Duit. Program ini juga mampu mendorong dimulainya dan berkembangnya usaha, terutama dalam pembuatan berbagai kerajinan dari bahan daur ulang.

Program pengembangan Bank Sampah Kalen Duit sebagai inkubator kewirausahaan hijau sudah dirasakan manfaatnya bagi peserta anggota bank sampah.Hal ini ditinjau dari berbagai aspek meliputi kesesuaian program dengan kebutuhan, pemahaman materi pelatihan, kemampuan pengajar, dan manfaat program terhadap peningkatan kapasitas anggota bank sampah yang meliputi peningkatan pengetahuan, ketrampilan usaha, semangat usaha, dan semangat untuk memulai usaha pembuatan kerajinan berbahan daur ulang sampah.Program pengembangan bank sampah Kalen Duit sebagai inkubator kewirausahaan hijau berkontribusi dalam kapasitas SDM pengurus dan anggota Bank Sampah, serta peningkatan kader wirausaha hijau, jejaring/mitra bisnis hijau, dan adopsi teknologi digital dan ramah lingkungan Bank Sampah dan anggotanya.Bank Sampah Kalen Duit perlu membentuk unit usaha hijau (green business) yang mengelola pendampingan dan pengembangan usaha pembuatan produk hijau bagi anggotanya.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem digital untuk manajemen Bank Sampah Kalen Duit, seperti aplikasi pelacakan sampah atau platform pemasaran online yang lebih efisien. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi kolaborasi antara Bank Sampah dengan perguruan tinggi dan lembaga riset untuk mengembangkan teknologi daur ulang inovatif yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Terakhir, penelitian bisa mengkaji dampak jangka panjang dari pelatihan kewirausahaan hijau terhadap peningkatan pendapatan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta strategi untuk memperluas jaringan mitra bisnis hijau di wilayah sekitar.

  1. Democratic Model for Village Economic Resource Management in Nglanggeran, Gunungkidul | Indroyono | Jurnal... journal.ugm.ac.id/jsp/article/view/28738Democratic Model for Village Economic Resource Management in Nglanggeran Gunungkidul Indroyono Jurnal journal ugm ac jsp article view 28738
  2. Evaluation of Cooperative Development Policies in Maluku Province, Indonesia | Rijal, Jeanete Ophilia... doi.org/10.35741/issn.0258-2724.56.1.5Evaluation of Cooperative Development Policies in Maluku Province Indonesia Rijal Jeanete Ophilia doi 10 35741 issn 0258 2724 56 1 5
Read online
File size1.08 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test