STIAMISTIAMI

Reformasi AdministrasiReformasi Administrasi

Perkembangan kota akan diikuti pertambahan jumlah penduduk, yang pada akhirnya diikuti oleh masalah-masalah sosial dan lingkungan. Salah satu masalah lingkungan yang muncul adalah masalah persampahan. Permasalahan lingkungan yang terjadi akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Sampah merupakan suatu benda yang tidak bernilai atau tidak berharga yang ada di sekitar lingkungan masyarakat. Permukiman di perkotaan merupakan produsen sampah terbesar, kira-kira 60-70 % dari total timbulan sampah dan sumber sampah dominan berasal dari sampah rumah tangga (permukiman). Baik di negara maju maupun negara berkembang, saat ini gencar melakukan tindakan guna mengurangi sampah, khususnya sampah plastik yang ada di tiap negaranya. diperlukan kesadaran dari masyarakat dunia termasuk juga Indonesia untuk mencegah peningkatan kerusakan dan menjaga keseimbangan lingkungan dengan berpegang pada teori Triple Bottom Line yang terkenal dengan konsep 3 P yaitu menyeimbangkan pengelolaan lingkungan hidup (Planet), sumber daya manusia (People) dan pengelolaan laba/keuntungan (Profit) (Elkington, 1997). Di Indonesia kita dapat melihat sampah dimana-mana khususnya di daerah perkotaan dan sekarang menjadi masalah besar lingkungan Indonesia. Pengelolaan sampah kota di Indonesia menjadi masalah aktual seiring semakin meningkatnya tingkat pertumbuhan penduduk yang berdampak pada semakin banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan. Berbagai strategi untuk mengatasi sampah telah dilakukan di hampir semua kota-kota besar Indonesia dengan tujuan mengurangi timbulan sampah yang berdampak pada kesehatan lingkungan hidup.

Pelaksanaan Inovasi Bank Sampah Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Perkotaan di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi ditinjau dari pendapat Sebastian (2014.37) mengenai adanya tiga tipe inovasi yaitu Inovasi Produk, Inovasi Proses dan Inovasi Kualitas sudah terlaksana dengan baik dan terarah.Produk dan kegiatan hasil inovasi yang dihasilkan sudah sesuai tipe- tipe inovasi tersebut.Walaupun inovasi yang dijalankan belum merata di semua anggota PBSB karena adanya keterbatasan dan hambatan namun secara umum hasil inovasi bank sampah dalam pengelolaan sampah rumah tangga perkotaan di Kelurahan Bahagia banyak memberi manfaat bagi warganya dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman dari sampah.Hambatan dan Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Inovasi Bank Sampah dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Perkotaan di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi dapat dilihat dari masing-masing tipe inovasinya, karena masing-masing kegiatan yang menghasilkan inovasi tersebut mempunyai kendala dan hambatan masing-masing.Secara umum hambatan dan kendala yang ada lebih didominasi oleh.Kurangnya modal untuk operasional kegiatan Bank Sampah, Kurangnya pemahaman dari warga mengenai masalah inti dari pengelolaan sampah yaitu untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya sebagai akibat tingginya konsumsi, Belum semua rumah tangga di Kelurahan Bahagia mau melakukan proses pengelolaan sampah rumah tangganya dengan alasan kesibukan, buang-buang waktu, mindset memilah sampah sama seperti pemulung dan keterbatasan tempat/lahan untuk proses pemilahan sampah dan kurangnya pengetahuan sebagian besar warga cara mengelola sampah menjadi kompos, pembuatan ecobrick dan lubang biopori.Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala dan hambatan yang ada yaitu.Melalui Kelurahan dan DHL Kabupaten Bekasi, PBSB berusaha mengundang perusahaan swasta/BUMN untuk melakukan CSR di Kelurahan Bahagia sehingga diharapkan akan banyak program kerja yang bisa dibiayai dari program tersebut, Para kader penggiat lingkungan BS terus menerus melakukan sosialisasi melalui kegiatan di forum PKK RW maupun kegiatan eksternal lainnya yang terkait lingkungan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengerti pentingnya pengelolaan dan pengolahan sampah berwawasan lingkungan, PBSB melalui anggotanya terus mencari terobosan-terobosan baru yang menguntungkan dan mempermudah warga yang telah bersedia memilah sampahnya seperti mulai menggunakan aplikasi digital TAMPAH, mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan penguatan bank sampah.

Untuk mengatasi keterbatasan modal operasional Bank Sampah, pemerintah daerah dapat mengalokasikan dana khusus untuk mendukung kegiatan Bank Sampah, termasuk pembelian mesin pencacah plastik. Selain itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, serta mendorong partisipasi aktif dalam pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga. Pengelola Bank Sampah dapat bekerja sama dengan pihak swasta atau BUMN untuk melakukan CSR, sehingga dapat mendukung kegiatan Bank Sampah secara berkelanjutan. Dengan demikian, Bank Sampah dapat terus berinovasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Read online
File size333.45 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test