UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Kulit buah manggis mengandung senyawa mangostin, mangostenol, mangostinon A, mangostenon B, trapezifolixanton, tovofillin B, alfa mangostin, beta mangostin, garsinon B, mangostanol, flavonoid, epikatekin, gartanin, gamma mangostin, garsinon E dan epikatekin. Pada penelitian ini dilakukan penilaian tingkat reaktivitas senyawa antioksidan alfa mangostin dan gamma mangostin. Nilai reaktivitas antioksidan dapat diukur melalui beberapa descriptor yaitu energy HOMO- LUMO yang menggambarkan energi reaktivitas suatu senyawa dimana jika selisih energy HOMO-LUMO kecil maka senyawa tersebut lebih reaktif. Parameter sterik (Molar Refractivitydan Connolly Accessible Area) menunjukkan afinitas kontak senyawa dengan lingkungan, dimana jika molekul berukuran kecil maka senyawa tersebut lebih reaktif. Log P menunjukkan nilai hidrofobisitas dimana jika nilai Log P besar maka senyawa tersebut lebih tidak larut dalam pelarut polar. Senyawa gamma-mangostin memiliki energi potensial permukaan yang lebih besar, selisih energi HOMO-LUMO yang lebih kecil, halangan sterik yang lebih kecil serta nilai log P yang lebih kecil dibandingkan alfa-mangostin yang berarti senyawa gamma-mangostin lebih reaktif dibandingkan alfa-mangsotin.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa parameter elektronik (gap HOMO-LUMO energy, Core-Core Electronic energy), parameter sterik (Molar Refractivity dan Connolly Accessible Area) memberikan informasi mengenai aktivitas antioksidan.Berdasarkan perhitungan berbagai parameter fisikokimia dengan metode kimia komputasi PM3, tingkat kereaktifan dan aktivitas antioksidan adalah L-ascorbic acid > gamma-mangostin > alfa-mangsotin.Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan terhadap alfa-mangsotin, gamma-mangostin dan L-ascorbic acid dibuat dalam bentuk radikalnya sehingga dapat diketahui reaktivitas dan kestabilan antioksidan dalam bentuk radikalnya.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengeksplorasi pengaruh variasi struktur kimia pada senyawa mangostin dan turunannya terhadap aktivitas antioksidan, misalnya dengan memodifikasi gugus fungsi pada cincin xanton. Selain itu, studi komputasi dapat diperluas dengan menggunakan metode yang lebih akurat seperti Density Functional Theory (DFT) untuk memprediksi parameter fisikokimia dan reaktivitas dengan lebih presisi. Untuk memahami mekanisme aksi antioksidan secara lebih mendalam, penelitian dapat difokuskan pada simulasi interaksi senyawa mangostin dengan radikal bebas, serta identifikasi produk reaksi yang terbentuk. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan senyawa antioksidan berbasis manggis yang lebih efektif dan efisien.

Read online
File size263.1 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test