UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan formulasi sediaan infusum jahe (Zingiber officinale). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula infusum dari rimpang jahe yang paling baik dari segi stabilitas baik secara fisika, kimia maupun mikrobiologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah membuat sediaan infusum dengan menggunakan formula yang berbeda serta dilakukan evaluasi terhadap masing-masing sediaan meliputi pengujian organoleptik, pH, bobot jenis, viskositas dan volume terpindahkan. Dari hasil evaluasi masing-masing formula yang telah dibuat diperoleh bahwa data organoleptic sediaan infusum dari dua formula yang dibuat baik secara fisik meliputi bau, rasa, warna dan caplocking setelah penyimpanan selama 14 hari kecuali untuk uji adanya endapan adanya perubahan pada hari ke 14 terlihat adanya perubahan dari infusum yang dibuat yaitu adanya pemisahan yang menunjukkan larutan tidak homogen lagi. Hasil pengujian pH dari masing-masing formula tidak mengalami perubahan selama 14 hari dan itu menunjukkan infusum stabil secara kimia. Dari nilai viskositas yang diperoleh dari masing-masing formula menunjukkan tidak adanya perubahan yang berarti selama penyimpanan 14 hari pada suhu kamar. Dari segi stabilitas mikrobiologi tidak terdapatnya pertumbuhan mikroba dan jamur pada masing-masing sediaan infusum.

Penggunaan sirupus simpleks 20% tidak dapat menutupi rasa pahit dari infusum jahe ini, maka sebaiknya kadar sirupus simpleks ditingkatkan menjadi 30%.Sediaan stabil secara kimiawi, berdasarkan evaluasi pH, viskositas, namun secara fisik tidak stabil karena walaupun fenomena caplocking tidak ditemukan endapan/ketidakhomogenan setelah 14 hari penyimpanan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang penggunaan bahan pengawet alami seperti ekstrak tanaman lain untuk meningkatkan stabilitas mikrobiologi infusum jahe. Kedua, studi tentang pengaruh kondisi penyimpanan (seperti suhu dan kelembapan) terhadap stabilitas jangka panjang sediaan infusum. Ketiga, perbandingan formulasi infusum jahe dengan sediaan herbal lain untuk mengevaluasi efektivitas dan stabilitasnya secara komprehensif. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pilihan bahan baku, memahami faktor lingkungan yang memengaruhi kualitas sediaan, serta meningkatkan ketersediaan alternatif sediaan herbal yang lebih stabil dan efektif.

Read online
File size450.2 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test