UNIRA MALANGUNIRA MALANG
Journal of Governance InnovationJournal of Governance InnovationPenerapan sistem pelayanan rawat inap yang masih menggunakan kelas 1,2, dan 3 menimbulkan adanya perbedaan pelayanan khususnya kepada peserta BPJS Kesehatan Kelas 3. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS-JKN) di RSUD Kota Bandung. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara mendalam berdasarkan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Fasilitas ruang rawat inap khususnya pada pasien BPJS Kesehatan Kelas 3 memerlukan perhatian khusus karena tidak terstandarisasi. RSUD Kota Bandung sebagai salah satu Rumah Sakit milik Pemerintah wajib mendukung kebijakan KRIS-JKN, namun update per Juli 2024 persentase jumlah tempat tidur dalam ruangan yang telah memenuhi 12 kriteria KRIS hanya sebesar 15,87%. RSUD Kota Bandung mengalami beberapa hambatan yaitu jarak antar TT kurang dari 1,5m, kamar mandi tidak sesuai dengan standar aksesibilitas, dan penggantian tirai. Keterbatasan anggaran menjadi faktor utama hambatan implementasi KRIS. Sehingga diperlukan upaya penguatan regulasi KRIS-JKN di Kota Bandung serta dukungan dana dari APBD Pemerintah Kota Bandung.
Hingga pertengahan tahun 2024, hanya 15,87% tempat tidur di RSUD Kota Bandung yang memenuhi 12 kriteria KRIS.Dinas Kesehatan Kota Bandung dan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Bandung belum melakukan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat mengenai KRIS.Meskipun kesenjangan sosial tidak terjadi pada pasien BPJS Kesehatan Kelas 1 dan 3, diperlukan pemahaman yang lebih baik dari masyarakat terhadap kebijakan KRIS-JKN untuk menghindari kesalahpahaman.Dukungan anggaran dari APBD Kota Bandung menjadi kunci sukses dalam mempercepat implementasi KRIS-JKN di RSUD Kota Bandung.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak alokasi anggaran daerah terhadap percepatan implementasi KRIS-JKN di RSUD Kota Bandung, khususnya dalam renovasi infrastruktur rumah sakit. Selain itu, perlu dilakukan studi mengenai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas layanan rawat inap dengan anggaran terbatas, seperti penggunaan teknologi atau kolaborasi dengan pihak swasta. Penelitian ketiga dapat mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap perubahan kebijakan KRIS-JKN, termasuk dampaknya terhadap kepuasan pasien dan keadilan dalam pelayanan kesehatan. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang tantangan implementasi kebijakan kesehatan, membangun solusi praktis, serta memastikan kebijakan KRIS-JKN berjalan sesuai prinsip ekuitas dan nondiskriminasi.
| File size | 594.24 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Di Pusat Kesehatan Masyarakat Bantan Timur, Kabupaten Bengkalis, gastritis tetap menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum, terutama di kalanganDi Pusat Kesehatan Masyarakat Bantan Timur, Kabupaten Bengkalis, gastritis tetap menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum, terutama di kalangan
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Hipertensi sering disebut pembunuh diam-diam, dikarenakan penderita penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala, oleh sebab itu banyak pasien tidakHipertensi sering disebut pembunuh diam-diam, dikarenakan penderita penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala, oleh sebab itu banyak pasien tidak
STIKESHBSTIKESHB Analisis pengukuran menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) terdapat pengaruh positif dan signifikan beban kerjaAnalisis pengukuran menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) terdapat pengaruh positif dan signifikan beban kerja
HELVETIAHELVETIA Namun, perlu diingat bahwa resistensi antibiotik dapat berkembang dari penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Untuk mengukur justifikasi penggunaan antibiotikNamun, perlu diingat bahwa resistensi antibiotik dapat berkembang dari penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Untuk mengukur justifikasi penggunaan antibiotik
STIKES HOLISTICSTIKES HOLISTIC Terdapat (16,18%) kasus yang menunjukkan penggunaan obat tidak rasional pada Tepat Waktu Lama Pemberian. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruhTerdapat (16,18%) kasus yang menunjukkan penggunaan obat tidak rasional pada Tepat Waktu Lama Pemberian. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI TLR memegang peranan kunci dalam garis pertahanan pertama melawan patogen karena kemampuannya untuk mengenali pathogen-associated molecular patterns (PAMP).TLR memegang peranan kunci dalam garis pertahanan pertama melawan patogen karena kemampuannya untuk mengenali pathogen-associated molecular patterns (PAMP).
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Dalam penelitian ini diketahui bahwa dengan memberikan intervensi berupa breathing exercise, ekspansi thorax, ROM exercise, dan mobilisasi bertahap dapatDalam penelitian ini diketahui bahwa dengan memberikan intervensi berupa breathing exercise, ekspansi thorax, ROM exercise, dan mobilisasi bertahap dapat
UMSBUMSB Hasil: fungsi manajemen kepala ruangan, fungsi perencanaan diperoleh gambaran bahwa dari 45 responden 24 orang (53,3%) menyatakan kurang baik dan 21 orangHasil: fungsi manajemen kepala ruangan, fungsi perencanaan diperoleh gambaran bahwa dari 45 responden 24 orang (53,3%) menyatakan kurang baik dan 21 orang
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Penundaan toilet training dapat meningkatkan risiko disfungsi eliminasi, termasuk infeksi kemih, mengompol, sembelit, penolakan ke toilet, gangguan BAB,Penundaan toilet training dapat meningkatkan risiko disfungsi eliminasi, termasuk infeksi kemih, mengompol, sembelit, penolakan ke toilet, gangguan BAB,
STIKES HOLISTICSTIKES HOLISTIC Oleh karena itu, program-program yang bertujuan untuk membantu remaja menghindari atau berhenti merokok sebaiknya berfokus pada penguatan hubungan dekatOleh karena itu, program-program yang bertujuan untuk membantu remaja menghindari atau berhenti merokok sebaiknya berfokus pada penguatan hubungan dekat
STIKES HOLISTICSTIKES HOLISTIC Hasil: Sebagian besar subjek berusia 13 tahun (45,8%) dan berada di kelas VII (41,7%). Sebanyak 65% santriwati memiliki status gizi baik, namun 94,2% mengalamiHasil: Sebagian besar subjek berusia 13 tahun (45,8%) dan berada di kelas VII (41,7%). Sebanyak 65% santriwati memiliki status gizi baik, namun 94,2% mengalami
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi atlet, dengan skor rata-rata pretest meningkat dari 64,51 menjadi 90,32, dan uji Wilcoxon menunjukkan hasilHasil menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi atlet, dengan skor rata-rata pretest meningkat dari 64,51 menjadi 90,32, dan uji Wilcoxon menunjukkan hasil