IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO

The Indonesian Journal of Infectious DiseasesThe Indonesian Journal of Infectious Diseases

Latar Belakang: Infeksi COVID-19 petugas kesehatan dapat menyebabkan krisis eksistensi pada tenaga kesehatan itu sendiri dan infrastruktur kesehatan, baik lokal maupun nasional. Oleh karena itu, surveilans berkualitas tinggi pada petugas kesehatan menjadi langkah mendasar untuk perlindungan dan penanggulangan yang tepat dilakukan. Tujuan: memberikan gambaran infeksi COVID-19 tenaga kesehatan berdasarkan data surveilans. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso pada bulan Maret 2022. Data sekunder bersumber dari data surveilans epidemiologi pada petugas terkonfirmasi COVID-19 periode Januari – Februari 2022 sebanyak 233 subjek. Analisa data secara univariat. Hasil: Gambaran epidemiologi pegawai terkonfirmasi COVID-19 yaitu puncak kasus minggu ke-7, kasus terbesar pada umur 30-39 tahun (34,8%), berjenis kelamin perempuan (61%), domisili Jakarta Utara (34%), tenaga kesehatan lainnya (55%), isolasi mandiri (96%) dan luaran hidup (100%). Faktor risiko yaitu tidak memiliki riwayat perjalanan (89%), bukan pengguna transportasi umum (77%), kontak dengan rekan kerja (54%), tidak memiliki komorbid (83%), infeksi pertama (49%), vaksin primer 2x dan booster 1x (58%). Terjadi klaster unit kerja. Kesimpulan: Infeksi COVID-19 pada tenaga kesehatan menggambarkan karakteristik epidemiologi (orang, tempat dan waktu) serta faktor risiko.

Infeksi COVID-19 pada tenaga kesehatan menggambarkan karakteristik epidemiologi (orang, tempat dan waktu) serta faktor risiko.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas protokol isolasi mandiri dalam menurunkan risiko penularan antar tenaga kesehatan, terutama di lingkungan kerja dengan tingkat kontak erat yang tinggi. Kedua, penelitian tentang dampak varian baru virus SARS-CoV-2, seperti Omicron, terhadap kekebalan alami dan respons vaksin pada tenaga kesehatan yang telah divaksinasi lengkap. Ketiga, evaluasi sistem surveilans epidemiologi di fasilitas kesehatan untuk mengidentifikasi faktor risiko spesifik yang memengaruhi tingkat infeksi di berbagai unit kerja, dengan fokus pada pengembangan strategi pencegahan berbasis data. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan tenaga kesehatan dan meningkatkan kapasitas sistem kesehatan dalam menghadapi wabah di masa depan.

Read online
File size233.05 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test