PDGIPDGI
Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI) is an official open access scientific publication published by Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia (IKARGI) / Indonesian Association of Dentomaxillofacial Radiology, under the supervision of Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) / Indonesian Dental Association. Published thrice a year, every April, August, and December. The submission process opens throughout the year. JRDI is designated as a publication platform and exchanging media of scientific knowledge, mainly publishing original research articles, clinical case reports, review articles and any other kind of evidence-based submissions: systematic reviews, meta-analysis and others within the field of dentomaxillofacial radiology.
Dokumen ini merupakan informasi mengenai Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI), termasuk fokus dan ruang lingkup publikasi, petunjuk pengiriman naskah, serta informasi mengenai penerbit dan tim editorial.JRDI merupakan jurnal ilmiah akses terbuka yang diterbitkan oleh Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia (IKARGI) di bawah naungan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).Jurnal ini menerima naskah penelitian asli, laporan kasus klinis, artikel tinjauan, dan jenis publikasi berbasis bukti lainnya di bidang radiologi dentomaksilofasial.
Berdasarkan informasi yang disajikan, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis komparatif efektivitas berbagai modalitas pencitraan radiologi dalam diagnosis kondisi dentomaksilofasial tertentu, misalnya perbandingan CBCT dengan radiografi konvensional dalam mendeteksi lesi tulang rahang. Selain itu, studi lebih lanjut mengenai dampak radiasi dari berbagai teknik radiografi terhadap jaringan lunak dan keras di area orofasial perlu dilakukan, dengan mempertimbangkan penggunaan protokol radiasi dosis rendah. Terakhir, penelitian mengenai penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam interpretasi radiografi dentomaksilofasial dapat dieksplorasi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi diagnosis, serta mengurangi potensi kesalahan interpretasi oleh radiografer.
| File size | 703.06 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES ISFISTIKES ISFI Diabetes mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan memberikan beban besar terhadap biaya kesehatan.Diabetes mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan memberikan beban besar terhadap biaya kesehatan.
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Metode: Desaian dalam penelitian ini yaitu accidental sampling. JumlahDesain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Metode: Desaian dalam penelitian ini yaitu accidental sampling. Jumlah
JK RISKJK RISK Bedah pintas arteri koroner (Coronary artery bypass grafting (CABG)) merupakan penyebab utama stroke iatrogenik. Berdasarkan literatur, insiden strokeBedah pintas arteri koroner (Coronary artery bypass grafting (CABG)) merupakan penyebab utama stroke iatrogenik. Berdasarkan literatur, insiden stroke
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Namun, skenario saat ini mengenai pengelolaan T2DM di Indonesia masih belum jelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristikNamun, skenario saat ini mengenai pengelolaan T2DM di Indonesia masih belum jelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik
SUBSETSUBSET Dataset yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pima Indians Diabetes Dataset, yang berisi informasi kesehatan pasien seperti kehamilan, tingkat glukosa,Dataset yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pima Indians Diabetes Dataset, yang berisi informasi kesehatan pasien seperti kehamilan, tingkat glukosa,
UNHAJUNHAJ Uji stabilitas yang dilakukan pada diabetess foot lotion selama 6 siklus meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji dayaUji stabilitas yang dilakukan pada diabetess foot lotion selama 6 siklus meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya
PDGIPDGI Hasil: Hasil menunjukkan rata-rata nilai ketebalan kortikal mandibula pada pasien diabetes melitus tipe II dengan durasi penyakit ≤ 5 tahun tidak sesuaiHasil: Hasil menunjukkan rata-rata nilai ketebalan kortikal mandibula pada pasien diabetes melitus tipe II dengan durasi penyakit ≤ 5 tahun tidak sesuai
PDGIPDGI Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan antara pembentukan mikronukleus pada mukosa bukal dan mukosa gingiva setelah terpapar radiografi panoramikPenelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan antara pembentukan mikronukleus pada mukosa bukal dan mukosa gingiva setelah terpapar radiografi panoramik
Useful /
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 39 pasien yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Variabel penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan,Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 39 pasien yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Variabel penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan,
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelatif dengan metode pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkanMetode: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelatif dengan metode pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Tujuan: Untuk mengetahui dan memahami bagaimana persepsi pasien hemodialisa terhadap kualitas hidup pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif,Tujuan: Untuk mengetahui dan memahami bagaimana persepsi pasien hemodialisa terhadap kualitas hidup pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif,
PDGIPDGI Prevalensi supernumerary teeth berdasarkan jenis kelamin paling banyak terjadi pada pasien laki-laki dengan total 4 orang, dengan rincian mesiodens 25%Prevalensi supernumerary teeth berdasarkan jenis kelamin paling banyak terjadi pada pasien laki-laki dengan total 4 orang, dengan rincian mesiodens 25%