OJS INDONESIAOJS INDONESIA

SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan PendidikanSIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan

Transformasi organisasi melalui program Holding-Subholding dalam PT PLN (Persero) telah membawa perubahan signifikan pada struktur organisasi dan distribusi beban kerja, khususnya di Divisi Business Support PT PLN Nusantara Power, Unit Pembangkitan Belawan. Perubahan ini terlihat dari peningkatan jam lembur akibat penugasan ulang beberapa karyawan dari Divisi Business Support dan penambahan tugas baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah karyawan optimal dengan menganalisis beban kerja saat ini di Divisi Business Support pasca implementasi program Holding-Subholding. Analisis waktu kerja dilakukan menggunakan metode Work Sampling, sedangkan analisis kebutuhan karyawan dilakukan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) berdasarkan pedoman KEP/75/M.PAN/7/2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hari kerja efektif dalam setahun berjumlah 278 hari, dengan waktu kerja efektif sebesar 1.668 jam untuk minggu kerja lima hari. Berdasarkan analisis Work Sampling, persentase aktivitas produktif adalah 79.01%, aktivitas non-produktif 3.51%, dan aktivitas pribadi 17.47% dengan toleransi 20%. Pengukuran beban kerja FTE menunjukkan bahwa di Divisi Business Support, satu posisi staf masuk kategori inload, dua posisi underload, dan lima posisi overload. Perhitungan juga mengungkapkan adanya kesenjangan antara jumlah karyawan sebenarnya dan kebutuhan staf ideal, termasuk kekurangan 2 staf untuk posisi HR Officer, 1 staf untuk posisi Accounting Officer, dan 1 staf untuk posisi Procurement Officer. Namun, ada juga kelebihan 1 staf untuk posisi Finance Officer.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Perhitungan jam kerja karyawan dimulai dengan menghitung hari kerja efektif dan jam kerja karyawan.Hasil perhitungan menunjukkan 278 hari kerja efektif dan 1.Penggunaan waktu yang dihitung menggunakan metode Work Sampling menunjukkan bahwa persentase untuk aktivitas produktif karyawan di bidang Business Support adalah 79.Aktivitas produktif karyawan di bidang Business Support sebesar 79.01% masih di atas batas toleransi sesuai standar Keputusan Menteri Reformasi Birokrasi Nomor.PAN/7/2004 tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja dalam Rangka Penyusunan Formasi Pegawai Negeri Sipil di mana penggunaan aktivitas toleransi adalah 30% dan untuk aktivitas produktif adalah 70%.Setelah perhitungan, jumlah karyawan sebenarnya di beberapa posisi tidak sesuai dengan jumlah karyawan ideal yang dibutuhkan.Hal ini ditunjukkan oleh perbedaan antara jumlah karyawan sebenarnya dan jumlah karyawan ideal yang dibutuhkan sebanyak 3 orang.Perbedaan ini terjadi karena adanya beberapa posisi yang kekurangan karyawan, termasuk HR Officer (2 karyawan), Accounting Officer (1 karyawan), dan Procurement Officer (1 karyawan).Namun, ada juga kelebihan karyawan, yaitu di posisi Finance Officer.Sementara itu, untuk beberapa posisi staf lainnya, perhitungan telah sesuai dengan kebutuhan dan kenyataan.

Untuk mengoptimalkan kinerja karyawan, perusahaan perlu mengusulkan penambahan staf sesuai perhitungan jumlah karyawan yang dibutuhkan atau perusahaan dapat mengoptimalkan karyawan yang ada dengan memberikan tugas tambahan pada posisi dengan beban kerja underload atau posisi dengan kelebihan beban kerja, dengan membantu atau memindahkan sebagian pekerjaan dari karyawan yang beban kerjanya overload ke karyawan yang beban kerjanya underload dengan lingkup pekerjaan yang sama. Selain itu, peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian menggunakan metode NASA Task Load Index (NASA TLX) atau perhitungan lainnya untuk perbandingan.

Read online
File size937.24 KB
Pages34
DMCAReport

Related /

ads-block-test