OJS INDONESIAOJS INDONESIA

SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan PendidikanSIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan

Penelitian ini dilatarbelakangi masih ditemukan kesenjangan antara nilai-nilai ideal yang diajarkan dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam dengan perilaku peserta didik di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi kontekstual terhadap pemaknaan ayat-ayat Surah Luqman dan bagaimana implementasinya dalam kegiatan pengajaran di pendidikan menengah. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi nilai-nilai akhlak dalam Surah Luqman ayat 13–19 dan mengkaji implementasinya dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat pendidikan menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara dengan guru PAI, dan observasi terhadap praktik pengajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak utama seperti tauhid, hormat kepada orang tua, kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan rendah hati telah diajarkan oleh guru, namun implementasinya masih dominan bersifat kognitif dan kurang kontekstual. Guru cenderung menyampaikan materi secara teoritis tanpa mengaitkan langsung dengan pengalaman kehidupan nyata siswa. Kondisi ini mengakibatkan proses internalisasi akhlak belum optimal dalam membentuk perilaku siswa sehari-hari. Oleh karena itu, pengajaran PAI perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih aplikatif, komunikatif, dan kontekstual, agar nilai-nilai Al-Quran dapat ditanamkan secara lebih efektif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan metode pengajaran PAI yang menekankan peran aktif guru sebagai fasilitator nilai, pendamping spiritual, serta panutan akhlak di lingkungan pendidikan menengah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Surah Luqman, khususnya ayat 13–19, memuat nilai-nilai akhlak fundamental seperti tauhid, birrul walidain, kesadaran spiritual, amar maruf nahi munkar, kesabaran, rendah hati, dan etika berbicara.Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam konteks pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat pendidikan menengah sebagai upaya pembentukan karakter mulia siswa.Namun, hasil penelitian juga menemukan bahwa implementasi nilai-nilai akhlak tersebut dalam pengajaran PAI masih didominasi pendekatan kognitif dan belum sepenuhnya dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.Strategi pengajaran yang kurang kontekstual menyebabkan internalisasi akhlak kurang efektif dalam praktik pendidikan.Surah Luqman sebagai teks Al-Quran yang sarat dengan prinsip-prinsip pendidikan etis dan spiritual, jika dikontekstualisasikan secara tepat dalam proses pengajaran, dapat menjadi sumber pedagogis yang kuat dalam menanamkan akhlak mulia di kalangan remaja Muslim.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk memperkuat strategi kontekstualisasi dalam pengajaran PAI, dengan menggunakan studi kasus, proyek akhlak, dan diskusi etika berbasis realitas remaja untuk menyampaikan nilai-nilai Surah Luqman secara relevan dengan kehidupan siswa. Selain itu, diperlukan pelatihan khusus bagi guru PAI terkait metodologi pengajaran nilai akhlak berbasis Al-Quran yang integratif dan reflektif. Hal ini akan meningkatkan kompetensi pedagogis guru dalam menanamkan akhlak mulia secara aplikatif dan berkelanjutan. Kurikulum PAI di tingkat menengah sebaiknya lebih menekankan pada praktik pengajaran akhlak secara menyeluruh, dengan menjadikan Surah Luqman sebagai salah satu rujukan utama dalam proses pengajaran karakter Islam. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model pengajaran PAI berbasis Surah Luqman secara sistematis dan diuji efektivitasnya di berbagai jenjang dan konteks sekolah.

Read online
File size423.25 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test