YAZRIYAZRI

Jurnal Pendidikan Sosial IndonesiaJurnal Pendidikan Sosial Indonesia

Penelitian ini mengeksplorasi peran permainan tradisional Pukang, sebuah permainan putar dari Lampung, sebagai media interaksi sosial dan pelestarian budaya dalam masyarakat multikultural di Desa Balerejo, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menyoroti penurunan kehadiran permainan tradisional akibat hiburan digital dan menekankan relevansi berkelanjutan mereka dalam hal sosial dan pendidikan. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan kunci, observasi langsung interaksi sosial selama permainan Pukang, dan dokumentasi pendukung. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman untuk menginterpretasikan makna sosial yang tertanam dalam permainan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Pukang berfungsi sebagai platform interaksi sosial antar generasi dan lintas status, mendorong persaingan sehat sambil menumbuhkan solidaritas sosial, dan berfungsi sebagai instrumen untuk melestarikan warisan budaya lokal yang sarat dengan nilai-nilai karakter pendidikan dan sosial. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan hiburan digital, Pukang tetap relevan sebagai media efektif untuk membangun ikatan sosial dan menawarkan potensi signifikan untuk integrasi ke dalam kurikulum pendidikan sosial yang menekankan kearifan lokal dan keterlibatan masyarakat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan tradisional Pukang memiliki peran penting sebagai media interaksi sosial di Desa Balerejo, Lampung.Permainan ini berfungsi tidak hanya sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan sosial antar generasi dan lintas status sosial, mendorong solidaritas di tengah dinamika kompetitif, dan berperan dalam melestarikan warisan budaya lokal yang sarat dengan nilai-nilai karakter pendidikan dan sosial.Temuan ini menggarisbawahi urgensi pelestarian permainan tradisional dan menunjukkan bahwa pendidikan sosial yang efektif harus mempertimbangkan realitas budaya dan praktik komunitas setempat.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana Pukang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal di sekolah-sekolah di Lampung Timur, dengan mempertimbangkan karakteristik siswa generasi digital. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran berbasis permainan tradisional Pukang yang mampu meningkatkan keterampilan sosial-emosional siswa, seperti kerjasama, empati, dan kemampuan berkomunikasi. Ketiga, penting untuk menginvestigasi bagaimana Pukang dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya masyarakat multikultural di Desa Balerejo, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial.

  1. Traditional Game “Pukang” as a Medium for Social Interaction: A Case Study in Balerejo Village,... doi.org/10.62238/jupsi.v3i2.195Traditional Game AuPukangAy as a Medium for Social Interaction A Case Study in Balerejo Village doi 10 62238 jupsi v3i2 195
  2. PERMAINAN GASING DI SAMBAS | Jurnal SAMBAS (Studi Agama, Masyarakat, Budaya, Adat, Sejarah): Journal... doi.org/10.37567/sambas.v3i1.194PERMAINAN GASING DI SAMBAS Jurnal SAMBAS Studi Agama Masyarakat Budaya Adat Sejarah Journal doi 10 37567 sambas v3i1 194
Read online
File size944.66 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test