IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA

Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam dan KemanusiaanIjtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan

Kemaslahatan (mas}lah}a) pekerja domestik asing asal Indonesia di Arab Saudi masih menjadi persoalan. Reformasi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap sistem kafāla, tidak berlaku bagi pekerja domestik asing. Oleh karena itu, perlu adanya kajian penelitian hukum yang mengkaji tentang sistem kafāla di Arab Saudi dalam perspektif Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia untuk kemudian dapat dirumuskan kebijakan hukum apa yang sebaiknya diambil oleh pemerintah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian doktrinal. Data penelitian dikumpulkan melalui metode studi kepustakaan dan dianalisis dengan metode analisis data deskriptif kualitatif. Ditinjau dari Hukum Islam, meskipun sistem kafāla di Arab Saudi didasarkan pada Sharīah yang bersumber pada al-Qurān dan as-Sunnah. Sistem kafāla di Arab Saudi diatur di dalam Resolusi 310. Namun dalam prakteknya, Kafil menyalahgunakan posisi mereka yang kuat (83. QS. Al-Mutaffifin) dalam memperlakukan pekerja secara sewenang-wenang tanpa memperhatikan kemaslahatan pekerja. Dengan kata lain ada penyimpangan terhadap nilai-nilai filosofis maqās}id asy-syarīah. Hal ini mendapat kritikan tajam dari sisi hukum internasional yang berbenturan dengan amanat UDHR dan ICCPR. Penelitian ini merekomendasikan agar Pemerintah Indonesia mendesak Pemerintah Arab Saudi untuk tidak menempatkan pihak individu sebagai kafil bagi para pekerja domestik asal Indonesia. Sebaiknya didirikan sebuah lembaga penjaminan khusus bagi pekerja domestik asal Indonesia di Arab Saudi yang terintegrasi dengan Sistem SPSK.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem kafāla seringkali disalahgunakan, bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam dan hak asasi manusia.Penyalahgunaan ini mengakibatkan berbagai pelanggaran terhadap pekerja migran Indonesia, seperti pembatasan kebebasan, penahanan paspor, dan eksploitasi.Oleh karena itu, pemerintah Indonesia perlu secara aktif mendorong reformasi sistem kafāla di Arab Saudi, termasuk pembentukan lembaga penjaminan khusus yang terintegrasi dengan sistem SPSK untuk melindungi hak-hak pekerja migran Indonesia.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas sistem SPSK dalam melindungi hak-hak pekerja migran Indonesia di Arab Saudi, termasuk identifikasi kendala dan solusi untuk meningkatkan kinerjanya. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi model lembaga penjaminan khusus yang paling efektif dalam memberikan perlindungan hukum dan sosial kepada pekerja domestik Indonesia di Arab Saudi, dengan mempertimbangkan praktik terbaik dari negara lain. Ketiga, penting untuk meneliti dampak sosial dan ekonomi dari reformasi sistem kafāla terhadap pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka, termasuk perubahan dalam pola migrasi, pengiriman remitansi, dan kesejahteraan sosial. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia di Arab Saudi, serta perumusan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. The urgency to reform the kafāla system in the sake of human rights of Indonesia domestic workers |... ijtihad.iainsalatiga.ac.id/index.php/ijtihad/article/view/6443The urgency to reform the kafAla system in the sake of human rights of Indonesia domestic workers ijtihad iainsalatiga ac index php ijtihad article view 6443
Read online
File size347.33 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test