MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika (MANEKIN)Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika (MANEKIN)

Otitis eksterna (OE) merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai pada praktik otorinolaringologi. OE didefinisikan sebagai peradangan pada kanalis akustikus eksterna (KAE) dan dapat meluas ke luar KAE hingga melibatkan pinna dan jaringan lunak sekitarnya. OE dapat terjadi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, penurunan PH kulit, dan kebiasaan seseorang seperti mengorek telinga sehingga menimbulkan trauma. OE umum terjadi di seluruh dunia, dengan kejadian yang lebih tinggi di daerah tropis daripada di daerah beriklim sedang karena suhu dan kelembapan yang lebih tinggi. OE dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, ataupun virus. Lebih dari 90% kasus otitis eksterna disebabkan oleh bakteri, paling sering Pseudomonas aeruginosa (22-62%) dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan onsetnya, OE disebut akut apabila gejala yang dialami terjadi dibawah 6 minggu dan kronis apabila gejala yang dialami lebih dari 3 bulan Prinsip penatalaksanaan OE adalah dengan membersihkan KAE (aural toilet), penggunaan antiseptik dan antimikroba topikal serta analgesik yang adekuat.

Otitis eksterna (OE) merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai pada praktik otorinolaringologi.OE didefinisikan sebagai peradangan pada kanalis akustikus eksterna (KAE) dan dapat meluas ke luar KAE hingga melibatkan pinna dan jaringan lunak sekitarnya.OE dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, ataupun virus.Hampir 90% kasus OE disebabkan oleh bakteri, dengan penyebab tersering adalah Pseudomonas aeruginosa (22-62%) dan Staphylococcus aureus (11-34%).

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai jenis terapi topikal dan sistemik pada kasus otitis eksterna dengan mempertimbangkan faktor risiko pasien seperti diabetes atau immunocompromised dapat memberikan panduan yang lebih tepat dalam penatalaksanaan. Kedua, studi longitudinal untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan dan perilaku yang berkontribusi terhadap perkembangan otitis eksterna, khususnya pada populasi di daerah tropis, dapat membantu dalam merancang program pencegahan yang efektif. Ketiga, penelitian eksplorasi mengenai peran mikrobioma telinga dalam patogenesis otitis eksterna dan potensi penggunaan terapi probiotik untuk memulihkan keseimbangan mikrobioma dapat membuka jalan bagi pendekatan terapeutik baru yang inovatif. Dengan menggabungkan temuan-temuan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kita tentang otitis eksterna dan mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif untuk mengurangi beban penyakit ini di masyarakat.

  1. Karakteristik kasus otitis eksterna di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015-April 2016 | Intisari... isainsmedis.id/index.php/ism/article/view/619Karakteristik kasus otitis eksterna di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 April 2016 Intisari isainsmedis index php ism article view 619
Read online
File size310.31 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test