UNTAG SMDUNTAG SMD

Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local WisdomJurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom

Kota Samarinda memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan, yang menjadi daya tarik minat wisatawan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan agrowisata sebagai ikon pariwisata dan untuk memperkenalkan budidaya buah khas Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah merancang agrowisata buah dengan menerapkan arsitektur analogi, di mana persamaan antara bangunan dan objek yang dianalogikan diterapkan. Hasil pembahasan menunjukkan luas area sebesar 20.005,79 m2, dengan perbandingan KDB dan KDH masing-masing 32% dan 68%. Hubungan ruang dibagi menjadi dua kategori, yaitu Indoor dan Outdoor. Analisis lokasi terpilih berada di Jalan Samarinda - Bontang, dengan analisis struktur menggunakan pondasi batu kali, pondasi foodplat, struktur kolom beton, dinding bata, struktur atap spaceframe, dan penutup atap ACP, Spandek, dan membran. Analisis utilitas menggunakan air bersih dari PDAM dan air Waduk untuk irigasi tanaman buah yang ditampung dalam Groundtank. Konsep perencanaan agrowisata menggunakan transformasi bentuk yang dianalogikan dari bentuk buah-buahan untuk gubahan massa bangunan.

Berdasarkan hasil perencanaan, dapat disimpulkan bahwa analisis struktur dan utilitas dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi di Jalan Samarinda - Bontang, luas site 32.500 m2, dan perbandingan KDB dan KDH 32% dan 68%.Konsep penzoningan tata masa dibagi menjadi tiga warna yang disesuaikan dengan jenis buah yang digunakan dalam perencanaan.Penggunaan konsep perencanaan agrowisata untuk gubahan massa bangunan menggunakan transformasi bentuk yang dianalogikan dari bentuk buah-buahan.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada studi mendalam mengenai preferensi wisatawan terhadap desain agrowisata berbasis arsitektur analogi, termasuk aspek estetika, fungsionalitas, dan pengalaman pengunjung. Selain itu, perlu dilakukan kajian mengenai potensi pengembangan agrowisata buah sebagai bagian dari ekowisata berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi digital dalam pengelolaan agrowisata, seperti penggunaan aplikasi mobile untuk informasi, pemesanan, dan interaksi dengan pengunjung, serta pemanfaatan sensor dan sistem otomatisasi untuk optimalisasi produksi buah dan efisiensi energi. Dengan demikian, agrowisata buah di Samarinda dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Read online
File size214.75 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test