UNIKOMUNIKOM

Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika TerapanTelekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan jaringan 5G dari Provider X dan Y dalam konteks aplikasi video streaming resolusi 4K di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran dengan menggunakan perangkat lunak Wireshark untuk mengumpulkan data throughput, packet loss, delay, dan jitter. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk membandingkan kualitas jaringan 5G antara Provider X dan Y. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Provider X memiliki throughput sebesar 1410 Kbps, sedangkan Provider Y memiliki throughput sebesar 4527 Kbps. Tingkat packet loss pada Provider X sebesar 0,0245%, sedangkan pada Provider Y sebesar 0,0027%. Delay yang terukur pada Provider X adalah 5,8670 ms, sedangkan pada Provider Y adalah 1,9694 ms. Jitter yang terukur pada Provider X adalah 5,8672 ms, sedangkan pada Provider Y adalah 1,9691 ms. Berdasarkan hasil pengukuran dan standarisasi yang diberikan oleh ITU‑T, dapat disimpulkan bahwa Provider Y memiliki performa yang lebih baik dalam hal throughput, packet loss, delay, dan jitter dibandingkan dengan Provider X. Hasil ini dapat menjadi landasan bagi penyedia layanan telekomunikasi untuk meningkatkan kualitas jaringan 5G mereka dan membantu pengguna dalam memilih Provider yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pengukuran menunjukkan bahwa Provider Y memiliki throughput jauh lebih tinggi (4527 Kbps) dibandingkan Provider X (1410 Kbps) serta packet loss (0,0027 %) dan delay (1,9694 ms) yang lebih rendah.Jitter pada Provider Y (1,9691 ms) juga lebih baik dibandingkan Provider X (5,8672 ms).Berdasarkan standar ITU‑T, Provider Y menawarkan kualitas layanan 5G yang superior, yang dapat menjadi acuan bagi penyedia telekomunikasi untuk perbaikan jaringan dan membantu konsumen memilih penyedia yang tepat.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi lokasi geografis memengaruhi performa QoS jaringan 5G dengan membandingkan beberapa kota besar di Indonesia, sehingga dapat mengidentifikasi faktor lingkungan yang memengaruhi throughput, delay, dan jitter. Selain itu, penting untuk menyelidiki dampak penggunaan aplikasi streaming dengan bitrate yang berbeda, termasuk resolusi 1080p dan 720p, serta berbagai protokol kompresi, guna menentukan sejauh mana beban jaringan berubah pada provider X dan Y. Selanjutnya, studi dapat memperluas metodologi pengukuran dengan memadukan data real‑time dari perangkat seluler pengguna serta analisis machine learning untuk memprediksi kualitas layanan berdasarkan kondisi jaringan, sehingga memungkinkan penyedia layanan mengoptimalkan alokasi sumber daya secara dinamis. Penelitian juga dapat menilai pengaruh penggunaan teknologi beamforming dan Massive MIMO pada peningkatan QoS khususnya pada skenario video 4K di area padat penduduk. Akhirnya, evaluasi longitudinal selama enam bulan dapat mengungkap perubahan performa jaringan seiring waktu dan dampak upgrade infrastruktur, memberikan wawasan bagi regulator dan operator dalam perencanaan jaringan 5G nasional.

  1. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN INTERNET SERVICE PROVIDER TERBAIK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY... jurnal.stmikroyal.ac.id/index.php/jurteksi/article/view/632SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN INTERNET SERVICE PROVIDER TERBAIK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY jurnal stmikroyal ac index php jurteksi article view 632
Read online
File size313.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test