UM SURABAYAUM SURABAYA
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGISTTHE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGISTTuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ketika itu terjadi sekitar 7-8 juta kasus TB dengan 1,3-1,6 juta kematian setiap tahun (WHO, 2012). TB merupakan infeksi multisistemik yang spesifik, yang dapat menyebabkan manifestasi klinis yang beragam pada tiap sistem organ, sehingga, presentasi klinis penyakit ini juga cukup beragam. Temuan hematologi pada TB tidak jarang dan biasanya terjadi karena faktor non-imunologi. Gangguan hematologi berupa anemia, leukositosis, neutrofilia, limfopenia, limfositosis dan peningkatan Laju Endap Darah (LED), trombositosis dan trombositopenia. Pada pemeriksaan darah, saat TB mulai menjadi aktif terdapat sedikit leukositosis dengan hitung jenis sedikit abnormal. Anemia dilaporkan pada 16-94% pasien dengan TB paru. Status anemia seseorang dapat dinilai salah satunya melalui pemeriksaan hemoglobin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar hemoglobin dan jenis leukosit pada pasien TB paru di Surabaya. Pemeriksaan ini menggunakan alat automatic analyzer dengan prinsip kerja SLS (sodium lauryl sulfate). Sampel darah pasien TB paru di beberapa rumah sakit di Surabaya. Dari 30 sampel diperoleh rata-rata kadar hemoglobin 11,5 gr / dl, sebanyak 10 (33,4%) sampel yang kadarnya dalam batas normal dan 20 (66,6%) sampel kadarnya di bawah nilai normal. Pemeriksaan hitung jenis leukosit menunjukkan bahwa terdapat 8 sampel (26,6%) sel neutrofil normal, 22 sampel (73,4%) abnormal, 5 sel limfosit normal (16,6%), 25 sampel (83% abnormal), abnormal 25 sampel (83%), 4%), sel monosit normal 17 sampel (56,6%) dan abnormal 13 sampel (43,4%).
Berdasarkan analisa data dan pembahasan dapat diperoleh.Rata-rata kadar hemoglobin dari 30 pasien penderita tuberkulosis yaitu sebesar 11,5 gr/dl, sebanyak 10 sampel yang kadarnya ada dalam batas normal dan 20 sampel kadarnya di bawah nilai normal 2.Pemeriksaan hitung jenis leukosit didapatkan sel neutrofil normal sebanyak 8 sampel (26,6%), tidak normal sebanyak 22 sampel (73,4%), sel limfosit normal sebanyak 5 sampel (16,6%), tidak normal sebanyak 25 sampel (83,4%), sel monosit normal sebanyak 17 sampel (56,6%) dan tidak normal sebanyak 13 sampel (43,4%).
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi kadar hemoglobin dan jenis leukosit pada pasien TB paru, seperti status gizi, usia, jenis kelamin, dan komorbiditas. Hal ini penting untuk memahami mekanisme patofisiologi TB paru dan mengembangkan strategi penatalaksanaan yang lebih efektif. Kedua, penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk menguji hubungan antara kadar hemoglobin dan jenis leukosit dengan tingkat keparahan penyakit TB paru dan respons terhadap pengobatan. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi penting bagi dokter dalam memantau perkembangan penyakit dan menyesuaikan terapi yang diberikan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi pasien TB paru mengenai dampak penyakit terhadap kualitas hidup mereka. Informasi ini dapat digunakan untuk mengembangkan program dukungan psikososial yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
| File size | 347.02 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UMLAUMLA Keluarga merupakan kumpulan beberapa orang yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, peran keluarga sangat diperlukan dalam membantu proses penyembuhan penyakitKeluarga merupakan kumpulan beberapa orang yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, peran keluarga sangat diperlukan dalam membantu proses penyembuhan penyakit
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Masalah gizi merupakan masalah yang multidimensi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pendapatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam tercapainyaMasalah gizi merupakan masalah yang multidimensi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pendapatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam tercapainya
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Sidoarjo. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 dan 13 Mei 2013 dengan pendekatan deskriptif. Variabel penelitian adalah kejadian obesitas pada balita usiaSidoarjo. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 dan 13 Mei 2013 dengan pendekatan deskriptif. Variabel penelitian adalah kejadian obesitas pada balita usia
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku makan orang tua yang suka memilih-milih makan, berpengaruh terhadap picky eater dengan p = 0,008 < 0,05 sehinggaHasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku makan orang tua yang suka memilih-milih makan, berpengaruh terhadap picky eater dengan p = 0,008 < 0,05 sehingga
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah faktor pekerjaan dan pengetahuan berhubungan dengan ketepatan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan di PolindesTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah faktor pekerjaan dan pengetahuan berhubungan dengan ketepatan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan di Polindes
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden menilai gaya kepemimpinan kepala ruangan yang diterapkan adalah missionary, sementara mayoritasHasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden menilai gaya kepemimpinan kepala ruangan yang diterapkan adalah missionary, sementara mayoritas
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Untuk sembuh dari penyakit ini dibutuhkan waktu yang lama dan kepatuhan dalam penatalaksanaan pengobatannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuiUntuk sembuh dari penyakit ini dibutuhkan waktu yang lama dan kepatuhan dalam penatalaksanaan pengobatannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
UKIMUKIM terdapat hubungan kelembaban dengan penularan TB Paru di Puskesmas Ch. Tiahahu, dimana diperoleh nilai p value = 0,036 < nilai α = 0,05. tidak terdapatterdapat hubungan kelembaban dengan penularan TB Paru di Puskesmas Ch. Tiahahu, dimana diperoleh nilai p value = 0,036 < nilai α = 0,05. tidak terdapat
Useful /
STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP Dalam situasi semi formal atau causal yaitu situasi setengah formal tetapi ada batas kesopanan juga dalam situasi non formal seperti di pasar, dirumah.Dalam situasi semi formal atau causal yaitu situasi setengah formal tetapi ada batas kesopanan juga dalam situasi non formal seperti di pasar, dirumah.
STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP Paulus memberikan perintah kepada Timotius berkaitan dengan strategi pelipatgandaan murid sampai empat generasi dalam II Timotius 2:2, ini menunjukkanPaulus memberikan perintah kepada Timotius berkaitan dengan strategi pelipatgandaan murid sampai empat generasi dalam II Timotius 2:2, ini menunjukkan
UMJ PremiumUMJ Premium Namun, ketidakintegrasian informasi sering menyebabkan keterlambatan pengiriman, yang berdampak pada kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untukNamun, ketidakintegrasian informasi sering menyebabkan keterlambatan pengiriman, yang berdampak pada kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk
UMJ PremiumUMJ Premium Salah satu permasalahan yang memprihatinkan adalah penggunaan kemasan pangan yang ramah lingkungan. Pencemaran lingkungan meningkat secara signifikan denganSalah satu permasalahan yang memprihatinkan adalah penggunaan kemasan pangan yang ramah lingkungan. Pencemaran lingkungan meningkat secara signifikan dengan