UMJ PremiumUMJ Premium

JISI: Jurnal Integrasi Sistem IndustriJISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri

Di antara produk yang banyak dikonsumsi masyarakat yang berpotensi besar merusak lingkungan adalah popok sekali pakai karena komposisi bahan yang sulit terurai di alam seperti plastik dan Super Absorbent Polymer (SAP). Popok kain ini dianggap lebih ramah lingkungan. Hanya saja jumlah pengguna popok sekali pakai tetap lebih banyak, khususnya di daerah berkembang seperti Kabupaten Bantul. Dengan demikian diperlukan riset guna menentukan faktor yang memengaruhi minat penggunaan popok kain. Enam faktor dipilih untuk diteliti pengaruhnya terhadap minat menggunakan popok kain, yaitu: sikap terhadap penggunaan green product, norma subyektif, perceived behavioral control, kepedulian terhadap lingkungan, perceived risk, dan personal norm. Pengolahan data dilakukan dengan regresi berganda. Dari hasil penelitian diperoleh fungsi regresi: Niat= 0,058sikap 0,284SN 0,390PBC 0,032KL – 0,026PR 0,118Norm. Berdasarkan uji t didapat kesimpulan bahwa faktor yang signifikan berpengaruh adalah perceived behavioral control, norma subyektif, dan personal norm. Ketiga faktor ini dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk menentukan strategi pengembangan produk ramah dan pemasarannya.

Dari enam variabel yang diteliti, tiga di antaranya memberi peran yang signifikan dalam mempengaruhi minat masyarakat Kabupaten Bantul untuk menggunakan popok bayi ramah lingkungan yang dapat digunakan berulangkali.Tiga variabel dengan kontribusi terbesar dalam memengaruhi minat adalah perceived behavior control, norma subyektif, dan personal norm.Pemerintah maupun para praktisi lingkungan dapat mengupayakan peningkatan ketiga variabel tersebut untuk makin meningkatkan minat penggunaan popok kain, seperti.meningkatkan kampanye tentang lingkungan, bahaya limbah popok sekali pakai, kemudahan penggunaan dan perawatan popok kain, atau biaya yang lebih kecil ketika beralih ke popok kain.Bagi pelaku khususnya dapat mempertimbangkan ketiga faktor sebagai strategi pemasaran dengan melakukan inovasi pengembangan produk ramah lingkungan sebagai pendorong faktor norma subyektif.Promosi dengan memotivasi masyarakat melalui pendekatan moral.Nilai koefisien determinasi sebesar 56,8% dalam penelitian menggambarkan bahwa masih perlu meneliti variabel lain yang memengaruhi minat penggunaan popok kain ini.

Saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, kajian mengenai peran media sosial dalam membentuk norma subyektif terhadap penggunaan produk ramah lingkungan. Kedua, analisis dampak biaya dan kenyamanan penggunaan popok kain terhadap persepsi kontrol perilaku individu. Ketiga, studi tentang pengaruh jangka panjang nilai pribadi terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan. Penelitian ini dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

  1. ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF CONSUMER PURCHASE INTENTIONS ON GREEN PRODUCT PURCHASE | Jurnal Ekonomi... doi.org/10.25105/Jet.V3i2.17410ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF CONSUMER PURCHASE INTENTIONS ON GREEN PRODUCT PURCHASE Jurnal Ekonomi doi 10 25105 Jet V3i2 17410
  2. The Effect of Green Purchase Intention Factors on The Environmental Friendly Detergent Product (Lerak)... doi.org/10.1051/e3sconf/20187306007The Effect of Green Purchase Intention Factors on The Environmental Friendly Detergent Product Lerak doi 10 1051 e3sconf 20187306007
Read online
File size312.93 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test