UNIRA MALANGUNIRA MALANG

AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education StudiesAL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies

Angka perceraian di Kabupaten Bojonegoro meningkat menurut data dispensasi kawin tahun 2019 angka cerai talak mencapai 956 dan cerai gugat sejumlah 1915 kasus, sedangkan pada tahun 2020 angka cerai talak mencapai 914 dan cerai gugat sebanyak 1979 kasus. Kecamatan yang mengalami kasus perceraian tertinggi adalah Kecamatan Dander. Meningkatnya kasus perceraian akan berdampak pada pola asuh anak yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh anak broken home di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, dengan fokus pada aspek intelektual dan karakter psikologis anak. Penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif melibatkan tiga anak broken home yang latar belakangnya berbeda (bercerai, meninggal, dan orang tua tidak hadir penuh). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil menunjukkan pola asuh demokratis dan permisif, penurunan kemampuan kognitif, keterlambatan membaca, kesulitan konsentrasi, serta temperamen buruk, ketidakstabilan emosi, sensitivitas, dan kepribadian tertutup. Faktor internal (perhatian, pemahaman agama, pendidikan orang tua) dan eksternal (lingkungan tempat tinggal) memengaruhi pola asuh.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh pada anak broken home di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, meliputi pola asuh demokratis dan permisif.Dari segi intelektual, anak‑anak tersebut menunjukkan penurunan kemampuan kognitif, keterlambatan membaca, serta kesulitan berkonsentrasi yang mengakibatkan rendahnya pemahaman materi pembelajaran.Secara psikologis, mereka cenderung memiliki temperamen buruk, ketidakstabilan emosi, sensitivitas tinggi, dan kepribadian yang tertutup.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh pendidikan agama orang tua yang terstruktur terhadap peningkatan kemampuan kognitif anak broken home, dengan merumuskan pertanyaan: bagaimana tingkat kepatuhan pada program pendidikan agama orang tua mempengaruhi prestasi belajar anak? Selanjutnya, penting untuk menyelidiki hubungan antara durasi penggunaan permainan digital dan konsentrasi belajar pada anak broken home, menanyakan: berapa lama waktu bermain yang optimal agar tidak mengganggu proses pembelajaran? Akhirnya, penelitian dapat menguji efektivitas program intervensi berbasis komunitas yang melibatkan kakek‑nenek dan sekolah dalam meningkatkan stabilitas emosional anak, melalui pertanyaan: apakah pendekatan kolaboratif antara keluarga lintas generasi dan lembaga pendidikan dapat menurunkan tingkat temperamen buruk dan meningkatkan kesejahteraan psikologis anak broken home?.

Read online
File size630.86 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test